Membangun Percaya Diri

Standar

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar  Belakang

Sifat percaya diri tidak hanya harus dimiliki oleh orang dewasa, tetapi anak-anak juga memerlukannya dalam perkembangannya menjadi dewasa. Sifat percaya diri sulit dikatakan secara nyata. Tetapi kemungkinan besar orang yang percaya diri akan bisa menerima dirinya sendiri, siap menerima tantangan dalam arti mau mencoba sesuatu yang baru walaupun ia sadar bahwa kemungkinan salah pasti ada. Orang yang percaya diri tidak takut menyatakan pendapatnya di depan orang banyak. Rasa percaya diri membantu kita untuk menghadapi situasi di dalam pergaulan dan untuk menangani berbagai tugas dengan lebih mudah.

 

Untuk anak-anak, rasa percaya diri membuat mereka mampu mengatasi tekanan dan penolakan dari teman-teman sebayanya. Anak yang percaya diri mempunyai perangkat yang lebih lengkap untuk menghadapi situasi sulit dan berani minta bantuan jika mereka memerlukannya. Mereka jarang diusik. Justru mereka sering mempunyai daya tarik yang membuat orang lain ingin bersahabat dengannya. Mereka tidak takut untuk berprestasi baik di sekolah atau untuk menujukkan bahwa mereka memang kreatif. Percaya diri bukan merupakan bawaan dari lahir, juga tidak jatuh dari langit. Anak-anak mudah sekali merasa rendah diri, merasa tidak mampu, tidak penting, karena ada banyak hal yang harus dipelajari, dan orang yang lebih tua tampak begitu pandai. Anak-anak memerlukan dorongan dan dukungan secara terus-menerus. Jika orang tua atau guru dapat berperan dengan baik, anak-anak akan memiliki rasa percaya diri. Jika orang tua  ingin membangun rasa percaya diri dalam diri anak, tak ada istilah terlambat untuk memulai. Karena justru akan memberikan hadiah terbaik untuk anak.

 

 

 

 

BAB II

ISI

Diantara sesuatu yang mampu memberikan rasa percaya diri pada diri seseorang adalah dia memiliki pemahaman yang benar dan baik tentang dirinya sendiri. Pemahaman seseorang tentang dirinya sendiri memiliki pengaruh yang amat besar terhadap perilakunya. Jika seseorang memandang dirinya sebagai seseorang yang layak untuk mencintai dan menghargai oranglain dan merasa bahwa dirinya sukses dan sepadan dengan mereka, maka biasanya dia akan memiliki perilaku yang sesuai dengan pandangannya terhadap dirinya tersebut. Namun, jika dia memiliki pandangan bahwa dirinya tidak layak untuk mencintai dan menghargai orang lain, maka dia sebenarnya orang gagal dan tidak sepadan dengan mereka. Perilakunyapun tidak akan jauh berbeda dengan pandangan yang dia miliki untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu dia akan kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak mampu menarik perhatian orang lain, dan tidak mampu menghargai mereka. Sebagaimana dia juga sering ragu – ragu untuk melakukan perkara yang sangat pentiong hanya gara- gara takut gagal.

Pemahaman seseorang terhadap dirinya sendiri terbentuk sebagai hasil dari interaksinya dengan kedua orangtua dan anggota keluarganya ketika dia tumbuh berkembang dilingkungan social dan juga sebagai hasil dari pengalaman pribadinya dalam berbagai situasi yang penuh resiko dan berpotensi untuk membuatnya gagal, menerima hukuman, maupun mendapatkan kritikan.

Orang tua atau pendidik dapat memberi tugas, sesuai dengan kemampuan anak untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya dalam melakukan sesuatu. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh orangtua dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak. Anak bisa diberikan tugas mengurus kepentingan tertentu di rumah. Jika hal yang diserahkan itu berjalan dengan baik, orang tua dapat meningkatkan tugasnya. Secara bertahap, kepercayaan diri anak bahwa dirinya mampu melakukan apa yang biasa dilakukan oleh orang dewasa, akan semakin kuat. Dengan rasa percaya diri yang kuat, mereka akan tumbuh menjadi orang yang memiliki kemampuan dan kesanggupan batin melakukan tugas yang berat, sehingga ia dapat berbuat kebaikan lebih banyak untuk dirinya dan masyarakat.

 

Langkah – Langkah Membangun Percaya Diri Yang Tak Tergoyahkan

Tak dapat dipungkiri kita semua pasti pernah mengalami rasa tak percaya diri sesekali waktu. Adakalanya agak sulit untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri itu sewaktu kita sedang membutuhkan. Sebenarnya ada latihan sederhana yang dapat dipraktekkan untuk mendapatkan rasa percaya diri Anda agar kembali ke jalurnya secepat mungkin saat dibutuhkan. Berikut kami sampaikan beberapa langkah membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan.

  1. 1.   Perhatikan Postur Tubuh

Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.

  1. 2.   Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif

Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.

3.Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri

Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.

4. Latihan Kenali Diri Sendiri

Kapanpun Anda ingin merasakan rasa percaya diri, kuncinya adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.

Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang – Apa yang mereka katakan – Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.

5.Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri

Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi terpuruk.

  1. 6.   Jangan Takut Mengambil Resiko

Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan ha-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.

Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan kemampuan. Pastikan Anda selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik untuk membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan.

  1. 7.   Ajarkan Kemandirian

Teknik mengasuh merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pembentukan rasa percaya diri pada anak. Cobalah untuk mulai memberikan kebebasan bagi anak untuk melakukan beberapa hal manakala ia telah berusia balita. Berikan kepercayaan kepada si anak dan yakinlah bahwa ia bisa. Dengan cara ini, maka si anak akan merasa sangat bangga dan menghargai diri sendiri ketika dapat melakukan sesuatu sendiri.

Sebagai contoh, anda dapat memberikannya kebebasan untuk belajar makan dengan menggunakan tangannya sendiri manakala ia telah mampu untuk memegang sendok dengan baik. Jangan menghentikannya hanya karena makanannya berantakan, karena ini adalah suatu proses. Dengan terus mempercayainya, memberikannya kebebasan untuk terus mencoba dan mendukungnya, maka lambat laun si anak akan dapat melakukannya dengan baik dan benar.

8.  Interaksi/Sosialisasi

Sering-seringlah membawa anak anda untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan. Pergaulan merupakan salah satu aspek yang dapat memompa rasa percaya diri seseorang, termasuk si kecil. Anak akan tumbuh menjadi sosok yang penuh percaya diri, jika memiliki kemampuan bergaul yang baik. Semakin pandai ia bergaul dan berbaur pada suatu lingkungan, maka semakin optimis dan penuh semangatlah ia dalam menatap kehidupan. Semakin pandai kemampuan bersosialisasi si anak, maka semakin meninggilah rasa percaya diri yang tumbuh di dalam jiwanya.

9. Orang tua Adalah Teladan

Anak senantiasa mengadopsi sebagian besar dari apa yang sering ia lihat dan ia dengar. Sementara orang tua adalah pihak yang paling berperan dalam pembentukan rasa percaya diri anak. Orang tua merupakan pihak yang paling dekat dan paling sering berinteraksi dengan anak. Untuk itu, hendaknya orang tua dapat menjadi teladan yang baik bagi anaknya. Anak akan dapat mengadopsi sifat, sikap dan kebiasaan orang tuanya dengan mudah, karena hampir setiap hari ia memperhatikan tindak-tanduk orang tuanya.

Dengan demikian, maka penting bagi orang tua untuk selalu memiliki dan meningkatkan semangat, optimisme, dan rasa percaya dirinya dalam menjalani kehidupan. Karena, hal inilah yang kelak  akan direkam dan diadopsi oleh si buah hati.

10. Pahami si Anak

Apa yang telah tertanan dalam diri si anak sejak kecil, akan sulit untuk diubah kembali manakala ia telah dewasa. Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk membantu anaknya dalam membentuk rasa percaya diri yang lebih tepat dan realistis. Dengan demikian, si anak akan senantiasa memiliki persepsi diri yang positif, baik dikala suka maupun duka.

Berikan dukungan yang maksimal dan segera manakala si anak tengah mengalami satu kegagalan. Jangan biarkan kegagalan menurunkan atau bahkan menghilangkan rasa percaya diri si anak.

11. Tunjukkan Kasih Sayang Anda dan Ciptakan Kenyamanan

Jangan pernah merasa ragu atau malas untuk menunjukkan kasih sayang anda kepada si anak. Berikan pelukan yang hangat dan katakana bahwa anda bangga kepadanya. Sentuhan-sentuhan kasih sayang semacam ini akan membantu pembentukan citra diri anak yang hangat dan bernilai positif.

Situasi dan kondisi yang aman dan nyaman sangat diperlukan dalam pembentukan rasa percaya diri anak, baik di rumah, lingkungan pergaulan, maupun lingkungan sekolah. Ketidak nyamanan lingkungan di dalam rumah tangga atau keluarga dapat menimbulkan depresi yang sudah pasti akan membunuh rasa percaya diri anak. Sedangkan lingkungan pergaulan dan sekolah merupakan faktor yang akan memberikan efek negatif atau positif terhadap rasa percaya diri yang ada dalam diri si anak.

Lingkungan pergaulan dan sekolah yang tidak kondusif akan memberikan efek buruk pada kepercayaan diri si anak, yaitu menjadi rasa percaya diri yang tidak bernilai positif, atau menghapus rasa percaya diri yang sudah ditanamkan oleh orang tuanya.

12. Berikan Kegiatan Yang Positif

Salah satu langkah yang juga dapat ditempuh dalam pembentukan rasa percaya diri anak adalah dengan cara mengikut sertakan si anak dalam aktivitas-aktivitas positif yang dapat membangun rasa percaya diri si anak. Aktivitas tersebut tidaklah harus selalu kompetisi atau perlombaan, melainkan juga aktivitas yang menekankan kebersamaan dan kerja sama.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Sesuatu yang mampu memberikan rasa percaya diri pada diri seseorang adalah dia memiliki pemahaman yang benar dan baik tentang dirinya sendiri. Pemahaman seseorang tentang dirinya sendiri memiliki pengaruh yang amat besar terhadap perilakunya.

Langkah – Langkah Membangun Percaya Diri Yang Tak Tergoyahkan

  1. Perhatikan Postur Tubuh
  2. Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif –

3.Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri

4. Latihan Kenali Diri Sendiri

5.Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri

  1. Jangan Takut Mengambil Resiko
    1. Ajarkan Kemandirian

8.  Interaksi/Sosialisasi

9. Orang tua Adalah Teladan

10. Pahami si Anak

11. Tunjukkan Kasih Sayang Anda dan Ciptakan Kenyamanan

12. Berikan Kegiatan Yang Positif

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Najati, M.U.2006.Psikologi Dalam Tinjauan Hadits Nabi.Mustaqim:Jakarta

Thalib, M.2008.Kiat dan Seni Mendidik Anak.Pro-U Media:Yogyakarta

www.cybermq.com

http://percayadiri.asmakmalaikat.com/meningkatkan_percaya_diri_anak.htm

http://www.e-smartschool.com/

 

 

 

About solomoncell

Nama : Fajar Miftahur Rohman Tempat dan Tanggal Lahir : Ngawi, 29 Mei 1990 Riwayat Sekolah: TK: Nawa Kartika NGAWI MI: MI AL-FALAH SMP: AL-IRSYAD SMA: AL-IRSYAD PERGURUAN TINGGI: UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN Alamat Email: Miftah_fajar@yahoo.com Facebook: Fajar Miftahur Rohman Twitter: @solomoncell

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s