VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

Standar

BAB  IV

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Tujuan Umum:

Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang Validitas dan Reliabilitas.

Tujuan Khusus:

  1. Agar mahasiswa dapat arti dan jenis dari validitas.
  2. Agar mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan validitas.
  3. Agar mahasiswa dapat menghitung validitas instrumen.
  4. Agar mahasiswa dapat arti dan jenis dari reliabilitas.
  5. Agar mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan reliabilitas.
  6. Agar mahasiswa dapat menghitung reliabilitas instrumen.

BAB  III

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

 

  1. A.      Validitas

Validitas berkenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur, sehingga betul‑betul mengukur apa yang seharusnya di­ukur. Sebagai contoh,  ingin mengukur kemampuan siswa da­lam matematika. Kemudian diberikan soal dengan kalimat yang pan­jang dan yang berbelit‑belit sehingga sukar ditangkap maknanya. Akhimya siswa tidak dapat menjawab, akibat tidak memahami per­tanyaannya. Contoh lain, peneliti ingin mengukur kemampuan berbi­cara, tapi ditanya mengenai tata bahasa atau kesusastraan seperti puisi atau sajak. Pengukur tersebut tidak tepat (valid). Validitas tidak berlaku universal sebab bergantung pada situasi dan tujuan pe­nelitian. Instrumen yang telah valid untuk suatu tujuan tertentu belum otomatis akan valid untuk tujuan yang lain.

Contoh variabel prestasi belajar dan motivasi bisa diukur oleh tes ataupun oleh kuesioner. Caranya juga bisa berbeda, tes bisa dilak­sanakan secara tertulis atau bisa secara lisan. Ada tiga jenis validitas yang sering digunakan dalam penyusunan instrumen, yakni validitas isi, validitas bangun pengertian dan validitas ramalan.

Read the rest of this entry

Panduan Analisis Butir Soal

Standar

I. PENDAHULUAN

 

 

A.   Pengertian

Kegiatan menganalisis butir soal merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan mutu soal yang telah ditulis. Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan, peringkasan, dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian (Nitko, 1996: 308). Tujuan penelaahan adalah untuk mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum soal digunakan. Di samping itu, tujuan analisis butir soal juga untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan (Aiken, 1994: 63). Soal yang bermutu adalah soal yang dapat memberikan informasi setepat-tepatnya sesuai dengan tujuannya di antaranya dapat menentukan peserta didik mana yang sudah atau belum menguasai materi yang diajarkan guru.

Read the rest of this entry

Akhlaq Seorang Majikan Kepada Karyawan

Standar

SERTIKFIKASI 1

“ AKHLAQ SEORANG MAJIKAN TERHADAP KARYAWAN ”

Dosen Pengampu : Fadhlun Amin

 

 

 

 

 

Nama Anggota :

                                                         1.  Achmad Gozali (09001061)

                                                         2.  Andi Irfhana Ardhi (09001037)

                                                         3.  Agung Gunawan (09001060)

                      4.  Fajar Miftahurrahman (09001002)

                                                         5.   Imam Zaki Sugiharto (09001066)

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

PORGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARTA

2010

 

  1. A.    Filsafat Akhlak

Akhlak adalah keadaan batin seseorang yang menjadi sumber lahirnya perbuatan dimana perbuatan itu lehir secara spontan tanpa sempat menghitung untung rugi. Batin manusia adalah jiwanya, atau nafsu nya. Berbeda dengan Psikologi yang membahas perbuatan sebagai gejala dari jiwa, nafsu dibahas dalam sejarah keilmuan Islam dalam konteks hubungan manusia dengan Tuhan, sehingga kualitas jiwa nampak tingkatannya pada istilah nafs zakiyyah, nafs lawwamah, nafs musawwilah dan nafs muthma’innah. Tasauf yang sangat kental bahasannya tentang hubungan jiwa dengan Tuhan sebenarnya merupakan filsafat akhlak Islam. Sebagaimana kajian filsafat itu sangat luas “tak berbatas” demikian juga agama Islam bisa dikaji dengan pendekatan filsafat. Yang membedakannya ialah, jika failasuf berfikir tanpa batasan selain batasan akal, sedangkan bagi seorang muslim, semua perspektip dipagari oleh frame wahyu, yakni Al Qur’an.

Read the rest of this entry

Bimbingan Kelompok

Standar

TEKNIK BIMBINGAN

“Bimbingan Kelompok”

Dosen Pengampu : Dody Hartanto S.Pdi

Disusun Oleh :

  1. Andi Irfhana Ardhi ( 09001037)
  2. Jaka Rinjaya (09001038)

 

 

 

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARTA

2010

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

 

Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya, hubungan dengan manusia lain tidak lepas dari rasa ingin tahu tentang lingkungan sekitarnya. Dalam rangka mengetahui gejala dilingkungannya ini menuntut manusia untuk berkomunikasi. Dalam hidup bermasyarakat, seseorang akan terisolasi jika tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain. Akibat keterisolasian ini dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan yang kompleks. Siswa merupakan bagian dari masyarakat dituntut dapat berkomunikasi dengan orang lain di lingkungan dimana siswa berinteraksi. Lingkungan yang dimaksud adalah sekolah. Karena hampir sebagian waktu siswa, banyak digunakan untuk berinteraksi di sekolah. Tugas siswa di sekolah yaitu belajar, dengan belajar siswa akan memperoleh perubahan yang positif dan dapat berkembang secara optimal serta siap melaksanakan peranannya dimasa yang akan datang.

Read the rest of this entry

Konseling Individu

Standar

TEKNIK BIMBINGAN

“Konseling Individual”

Dosen Pengampu : Dody Hartanto S.Pdi

                                                                                                            Disusun Oleh Kelompok 13:

  1.                                                                                     Fajar Miftahurrahman ( 09001002)
  2.                                                                                      Beni Wijaya (09001033)

 

 

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARTA

2010

PENDAHULUAN

 

A.Latar Belakang

Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (konseli) dan proses pemberdayaan diri bukan proses ketergantungan dengan psikolog yang bertujuan untuk dapat merubah perilaku konseli serta terbebas dari masalah yang sedang dihadapinya (Prayitno dan Amti,1999:106).

Read the rest of this entry

Keefektifan layanan Bimbingan Kelompok

Standar

KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

B. Bimbingan Kelompok

1. Pengertian Bimbingan kelompok

Kegiatan bimbingan kelompok akan terlihat hidup jika di

dalamnya terdapat dinamika kelompok. Dinamika kelompok merupakan

media efektif bagi anggota kelompok dalam mengembangkan aspek-aspek

positif ketika mengadakan komunikasi antarpribadi dengan orang lain.

Read the rest of this entry