Evaluasi Bk

Standar
  1. Pengertian Program dan Evaluasi Program

Pengukuran mengacu pada pengertian membandingkan sesuatu hal dengan satuan ukuran tertentu, sehingga sifatnya menjadi kuantitatif. Sedangkan pengertian evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternative yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan (Stufflebeam(1971, dalam Fernandes 1984)).

Ada dua pengertian untuk istilah program, yaitu program secara umum yang berarti rencana. Sedangkan pengertian program secara khusus yaitu suatu unit atau kesatuan kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan.

Terkait dengan evaluasi program maka program didefinisikan sebagai suatu unit atau kesatuan kegiatan yang merupakan realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang.

Jadi, pengertian evaluasi program adalah upaya untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan suatu kebijakan secara cermat dengan cara mengetahui efektivitas masing-masing komponen program dalam mendukung pencapaian tujuan program.

 

  1. Komponen dan Indikator Program

Program terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan dan saling menunjang dalam rangka mencapai suatu tujuan. Komponen adalah unsur pembentuk kriteria program. Maka,  komponen program adalah bagian-bagian program yang saling terkait dan merupakan factor-faktor penentu keberhasilan program.

Program merupakan system. Dengan dipahaminya pembelajaran sebagai sebuah system maka dikatakan bahwa pembelajaran terjadi dalam sebuah program. Pembelajaran adalah kegiatan jamak karena melalui urutan dari penyusunan kurikulum di pusat, pembuatan Analisis Materi Pelajaran (AMP), pembuatan rencana mengajar, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yaitu pembelajaran dan evaluasi prestasi belajar.

Selain pembelajaran, ada 3 faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu :

  1. Keadaan fisik dan psikis siswa, IQ, EQ, kesehatan, motivasi, ketekunan, bakat, minat, keuletan, dan sebagainya.
  2. Guru yang mengajar dan membimbing siswa, seperti latar belakang penguasaan ilmu, kemampuan mengajar, perlakuan guru terhadap siswa.
  3. Sarana pendidikan, yaitu ruang kelas, dan fasilitas pendukung yang lain.

Indikator merupakan alat petunjuk atau sesuatu yang menunjukkan kualitas sesuatu. Contohnya yaitu, kualitas siswa cerdas ditunjukkan oleh nilai prestasi. Maka nilai prestasi adalah indicator dari kualitas kecerdasan. Selain itu juga kecerdasan dapat distatuskan sebagai komponennya. Dengan demikian, jika diketahui bahwa hasil belajar (sebagai harapan dari program pembelajaran) tidak memuaskan, dapat dicari di mana letak kekurangannya atau komponen mana yang bekerja tidak dengan semestinya. Dengan kata lain indicator adalah unsur pembentuk criteria program.

 

  1. Manfaat Evaluasi Program

Dalam organisasi pendidikan, evaluasi program dapat diartikan sebagai dengan kegiatan supervise. Secara singkat supervise diartikan sebagai upaya mengadakan peninjauan untuk memberikan pembinaan. Maka evaluasi program adalah langkah awal dalam supervise, yaitu mengumpulkan data yang tepat agar dapat dilanjutkan dengan pemberian pembinaan yang tepat pula. Dengan sasarannya ditekankan pada kegiatan pembelajaran.

Jadi manfaat dari evaluasi program adalah untuk mengetahui bagaimana dan seberapa tinggi kebijakan yang sudah dikeluarkan dapat terlaksana. Wujud dari hasil evaluasi adalah sebuah rekomendasi dari evaluator untuk pengambil keputusan (decision maker). Ada empat kemungkinan kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil dalam pelaksanaan sebuah program keputusan, yaitu :

  1. Menghentikan program, karena dipandang bahwa program tersebut tidak ada manfaatnya, atau tidak dapat terlaksana sebagaimana diharapkan.
  2. Merevisi program, karena ada bagian-bagian yang kurang sesuai dengan harapan (terdapat kesalahan tetapi hanya sedikit).
  3. Melanjutkan program, karena pelaksanaan program menunjukkan bahwa segala sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat.
  4. Menyebarluaskan program (mellaksanakan program di tempat-tempat lain atau mengulangi lagi program dilain waktu), karena program tersebut berhasi dengan baik maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat dan waktu yang lain.

 

  1. Evaluator Program

Lima persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang evaluator, yaitu :

  1. Mampu melaksanakan evaluasi yang didukung oleh teori dan keterampilan praktik.
  2. Cermat, dapat melihat celah-celah dan detail dari program serta bagian program yang akan dievaluasi.
  3. Objektif, agar mampu mengumpulkan data sesuai keadaan.
  4. Sabar dan tekun,
  5. Hati-hati dan bertanggung jawab.

Berdasarkan pertimbangan tersebut evaluator dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Evaluator dalam (Internal Evaluator)

Maksudnya yaitu petugas evaluasi program yang sekaligus merupakan salah seorang dari anggota pelaksana program yang dievaluasi. Adapun kelebihan dan kekurangannya yaitu  :

Kelebihan :

–          Evaluator tepat sasaran.

–          Lebih hemat biaya.

Kekurangan :

–          Evaluator dikhawatirkan bertindak subjektif.

–          Dikhawatirkan evaluasi akan dilaksanakan dengan tergesa-gesa sehingga kurang cermat. Karena sebagai pembuat dan pelaksana program tersebut sehingga merasa sangat memahaminya.

  1. Evaluator luar (External Evaluator)

Yang dimaksud dengan evalaluator luar adalah orang-orang yang tidak terkait dengan kebijakan dan implementasi program dan diminta oleh pengambil keputusan untuk mengevaluasi keberhasilan program atau keterlaksanaan kebijakan yang sudah diputuskan. Adapun kelebihan dan kekurangannya adalah :

Kelebihan :

–          Dapat bertindak secara objektif, dalam melaksanakan evaluasi dan mengambil kesimpulan sesuai dengan keadaan dan kenyataan.

–          Akan menunjukkan kredibilitas kemampuannya, sehingga mampu serius dan hati-hati dalam melaksanakan evaluasi.

Kekurangan :

–          Karena orang baru yang tidak mengetahui seluk beluk program, dimungkinkan kurang tepatnya dalam mengambil kesimpulan.

–          Untuk menggunakan jasa evaluator luar dibutuhkan dana, dan itu pemborosan.

Hal-hal yang harus dipelajari seorang evaluator yaitu meliputi tujuan program, komponen, pelaksana, pihak yang terlibat, kegiatan yang sudah terlaksanankan, dan gambaran singkat tentang sejauh mana tujuan program sudah dicapai.

 

  1. Tujuan dan Sasaran Evaluasi Program

Ada dua macam tujuan evaluasi, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus dengan bertitik tolak pada tujuan program dan kondisi harapan untuk setiap komponen programnya. Tujuan umum diarahkan pada program secara keseluruhan, sedangkan tujuan khusus diarahkan pada masing-masing komponen program.

Sasaran evaluasi tertuju pada komponen program agar pengamatannya dapat lebih cermat dan data yang dikumpulkan lengkap.

 

  1. Kriteria Evaluasi Program

Kriteria sering disebut sebagai “tolok ukur” atau “standar” yaitu sesuatu yang digunakan sebagai patokan atau batas minimal untuk sesuatu yang diukur.

Pentingnya kriteria :

–          Dapat lebih memantapkan evaluator dalam melakukan penilaian terhadap objek yan akan dinilai karena ada patokan yang diikuti.

–          Dapat digunakan untuk menjawab atau mempertanggungjawabkan hasil penilaian yang sudah dilakukan, jika ada yang ingin mengkaji lebih dalam.

–          Dapat digunakan untuk mengekang masuknya unsure subjektif yang ada pada diri penilai.

–          Dapat memberikan hasil evaluasi yang sama, meskipun dilakukan dalam waktu yang berbeda dan kondisi fisik penilai yang berbeda juga.

–          Dapat memberikan arahan pada evaluator , apabila evaluator lebih dari satu orang.

Sedangkan yang dijadikan sumber dasar pengambilan kriteria secara keseluruhan dapat diambil dari yang paling relevan yaitu peraturan kebijakan, namun jika tidak peraturan maka boleh mengambil dari alternative lainnya, adapun urutan alternativenya adalah (1) peraturan atau ketentuan yang berlaku, (2) pedoman atau petunjuk pelaksanaan, (3) konsep atau teori-teori ilmiah, (4) hasil penelitian yang dipublikasikan, (5) pertimbangan orang yang ahli dalam bidang yang sedang dievaluasi (ekpert judgement), (6) ditentukan bersama dengan tim yang sedang mengevaluasi, (7) evaluator menentukan sendiri jika memang itu sebagai pilihan terakhir yang harus ditempuh.

Wujud dari criteria adalah tingkatan atau gradasi kondisi sesuatu yang dapat ditransfer menjadi nilai. Ada dua macam kriteria, yaitu :

  1. Kriteria kuantitatif :
    1. Kriteria kuantitatif tanpa pertimbangan

Merupakan kriteria yang disusun hanya dengan memperhatikan rentangan bilangan tanpa mempertimbangkan apa-apa yang dilakukan dengan membagi rentangan bilangan.

Contoh :

–        Nilai 5 (baik sekali), jika mencapai 81-100%

–        Nilai 4 (baik), jika mencapai 61-80%

–        Nilai 3 (cukup), jika mencapai 41-60%

–        Nilai 2 (kurang), jika mencapai 21-40%

–        Nilai 1 (kurang sekali), jika mencapai < 20%

  1. Kriteria kuantitatif dengan pertimbangan

Merupakan criteria yang disusun berdasarkan pertimbangan tertentu dari sudut pandang evaluator, sehingga mungkin ada perbedaan rentangan dalam setiap kategori, demikian juga jarak antara kategori yang satu dengan yang lainnya.

Contoh :

–        Nilai A      : rentangan 80-100%

–        Nilai B       : rentangan 66-79%

–        Nilai C       : rentangan 56-65%

–        Nilai D      : rentangan 40-55%

–        Nilai E       : rentangan < 40%

  1. Kriteria kualitatif

Kriteria kualitatif adalah criteria yang dibuat tidak menggunakan angka-angka. Hal yang dipertimbangkan adalah indikatornya, dan yang dikenai criteria adalah komponennya. Ada dua jenis criteria kualitatif, yaitu :

  1. Kriteria kualitatif tanpa pertimbangan

Banyaknya indikator dalam komponen yang dapat memenuhi persyaratan.

  1. Kriteria kualitatif dengan pertimbangan

Kriteria kualitatif dengan pertimbangan disusun melalui dua cara, yaitu :

1)      Kriteria kualitatif dengan pertimbangan mengurutkan indikator

Contoh :

–        Nilai 5, jika memenuhi semua indicator (a, b, c, d)

–        Nilai 4, jika memenuhi (a), (b) dan (c) atau (d)

–        Nilai 3, jika memenuhi (a) atau (b) dan salah satu dari (c) atau (d)

–        Nilai 2, jika memenuhi salah satu dari empat indicator

–        Nilai 1, jika tidak ada satu pun indicator yang terpenuhi.

2)      Kriteria kualitatif dengan pertimbangan pembobotan

–        Tinggi rendahnya kualitas suatu program sangat tergantung dari tinggi rendahnya kualitas komponen.

–        Tinggi rendahnya kualitas komponen tergantung dari tinggi rendahnya kualitas indikator.

–        Tinggi rendahnya kualitas indikator tergantung dari tinggi rendahnya kualitas subindikator.

Adapun rumus untuk menghitung nilai indicator dan nilai komponen adalah sebagai berikut :

NI =                       NK=

Keterangan :

NI = Nilai Indikator                            NK = Nilai Komponen

BSI = Jml. Bobot subindikator           BI = Jml. Bobot indikator

NSI = Nilai Subindikator                    JB = Jumlah Bobot

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EVALUASI PROGRAM

PROGRAM

EVALUASI

SKEMA KONSEP EVALUASI PROGRAM

 

Upaya untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan suatu kebijakan secara cermat dengan cara mengetahui efektivitas masing-masing komponennya.

Kesatuan kegiatan yang merupakan implementasi dari suatu kebijakan, secara kesinambungan dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang

Kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan.

+                                               =

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Supervisi pendidikan dalam pengertian khusus, tertuju pada lembaga secara keseluruhan

Pendidikan

 

 

 

 

 

 

Menghentikan program

 

Merevisi Program

Melanjutkan Program

Menyebarluaskan Program

Kemungkinan kebijakan yang dapat diambil berdasarkan hasil dalam pelaksanaan sebuah program keputusan

 

 

 

 

 

 

 

 

About solomoncell

Nama : Fajar Miftahur Rohman Tempat dan Tanggal Lahir : Ngawi, 29 Mei 1990 Riwayat Sekolah: TK: Nawa Kartika NGAWI MI: MI AL-FALAH SMP: AL-IRSYAD SMA: AL-IRSYAD PERGURUAN TINGGI: UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN Alamat Email: Miftah_fajar@yahoo.com Facebook: Fajar Miftahur Rohman Twitter: @solomoncell

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s