Keluarga Bahagia

Standar

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Hidup berkeluarga adalah hidup bersama antara suami-istri, atau orang tua-anak sebagai hasil dari ikatan pernikahan. Dalam hidup berkeluarga itu, ada hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masing-masing anggotanya. Suami mempunyai kewajiban untuk memberi nafkah dan memberi perawatan serta pendidikan kepada keluarganya. Dia mempunyai hal untuk mendapat penghidmatan yang baik dari istrinya, dan penghormatan dari anaknya. Istri atau ibu mempunyai kewajiban untuk berhidmat kepada suaminya, dan merawat serta mendidik anaknya. Diapun mempunyai hak untuk mendapat nafkah dari suaminy dan mendapat penghormatan dari suami dan anaknya. Sedangkan anak mempunyai kewajiban untuk menghormati, berbakti, dan mentaati perintah orangtuanya. Dia juga mempunyai hak untuk mendapat perawatan dan pendidikan dari orangtuanya.

Membangun keluarga bahagia lahir dan batin tidak semata-mata terpenuhi secara financial tetapi ada interaksi antar anggota keluarga. Saling menciptakan suasana rumah yang harmonis dan membina keluarga berdasarkan syariat islam untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.

 

  1. B.     Rumusan Masalah
    1. Apa yang dimaksud dengan keluarga bahagia lahir dan batin ?
    2. Apa tujuan dalam membangun keluarga bahagia lahir dan batin ?
    3. Bagaimana cara untuk membentuk keluaga bahagia lahir dan batin ?
    4. Apa ciri-ciri keluarga bahagia lahir dan batin ?

 

  1. C.    Tujuan
    1. Mengetahui pengertian keluarga bahagia lahir dan batin.
    2. Memahami tujuan membangun keluarga bahagia lahir dan batin sehingga diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
    3. Mendiskripsikan ciri-ciri keluarga bahagia lahir dan batin.
    4. Mengetahui cara membentuk keluarga yang bahagia lahir dan batin.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Konsep
    1. 1.      Pengertian Keluarga

Terciptanya keluarga yaitu karena adanya pernikahan yang dilakukan oleh calon suami dan calon istri yang keduanya ingin hidup bersama dalam satu atap dan satu cita-cita dengan memegang peranan dan tanggungjawab menurut porsi dan fitrahnya masing-masing.

Keluarga adalah komunitas terkecil dalam kehidupan masyarakat dan negara yang menghuni sebuah rumah. Oleh karena itu kesejahteraan masyarakat atau negara ditentukan pula oleh kesejahteraan keluarga kecil tersebut. Di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist bertutur banyak seputar keluarga, pernikahan, serta tujuanya dengan jelas, ini merupakan bukti bahwa keluarga itu sangatlah penting.

Menurut Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan secara jelas menyebutkan bahwasanya perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa

Maksud keluarga bahagia adalah keluarga yang dibina atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi hajat spiritual dan material secara layak dan seimbang diliputi suasana kasih sayang antara anggota keluarga dan lingkungannya dengan selaras, serasi, dan saling setia.

Tugas utama orang berkeluarga adalah :

  • menjaga dan memelihara nilai-nilai kerohanian keluarga serta masyarakatnya
  • mencari nafkah atau uang sesuai dengan bakat dan kepribadian  masing-masing.

 

  1. 2.      Cara Membentuk Keluarga Bahagia Lahir dan Batin

a)      Sebagai seorang suami yang ingin meraih mawaddah dan warahmah dari istrinya, maka dia harus memahami dan menyadari akan tugasnya sebagai seorang suami. Seorang suami harus bisa menciptakan suasana yang akrab dan harmonis, yang tumbuh dari hati nurani tanpa dibuat-buat sehingga tidak terjadi percekcokan yang tidak diinginkan, apalagi sampai berkepanjangan. Segala perselisihan yang terjadi dapat diselesaikan secara baik-baik dan damai, tanpa rasa jengkel, dendam dan prasangka yang tidak baik.

b)      Seorang suami juga berkewajiban memberi nafkah lahir dan batin kepada istrinya dan kepada ahli keluarganya yang menjadi tanggungannya.

c)      Seorang istri yang menginginkan mawaddah dan warahmah dari suaminya harus bisa menyadari peranan dan fungsinya sebagai seorang istri. Seorang istri berfungsi sebagai pendamping suami di dalam rumah tangga, karena sebagai pendamping, istri harus taat kepada suami, harus bisa menggembirakan suami, bisa menjaga dirinya dan menjaga harta suaminya.

 

  1. 3.      Ciri-ciri Keluarga Bahagia Lahir dan Batin
    1. Mau menerima hak dan kewajiban sebagai suami atau istri, atau sebagai orang tua.
    2. Selalu berusaha menciptakan suasana rumah yang harmonis yang penuh kasih sayang dan perhatian.
    3. Berusaha menghindari percekcokan dengan anggota keluarga.
    4. Selalu memusyawarahkan setiap keputusan yang akan diambil di dalam keluarga bersama seluruh anggota keluarga.
    5. Saling menghormati dan  menghargai antar anggota keluarga.

 

  1. 4.      Tujuan Membentuk Keluarga Bahagia Lahir dan Batin

Adapun tujuan membentuk keluarga yang bahagia lahir dan batin yaitu sebagai berikut:

  1. Memenuhi kebutuhan seksual instingnya sebagai manusia sesuai dengan fitrahnya.
  2. Mencapai ketentraman batin bersama pasangan hidupnya, rukun, damai, penuh dengan cinta dan kasih sayang, dalam al-Qur’an disebut dengan ’’Mawaddah wa Rahmah’.
  3. Melangsungkan keturunan yang sah, yang akan melanjutkan cita-cita kedua orangtua, serta mendo’kan kedua orangtua.
  4. Menjaga Nasab (keturunan) supaya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, berbakti kepada kedua orang tuanya, serta berguna bagi nusa, bangsa, dan agamanya.

 

  1. B.     Implementasi

Penerapan keluarga bahagia lahir dan batin dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut :

ü  Sebagai seorang suami, mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya demi kelangsungan hidup keluarga.

ü  Seorang istri melayani suami lahir dan batin, mendidik anak-anaknya. Menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-ankanya.

ü  Saling menyayangi dan mengasihi antar anggota keluarga.

ü  Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB).

ü  Menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya.

ü  Melaksanakan sholat berjamaah.

ü  Seorang anak mematuhi perintah orangtuanya.

 

  1. C.    Contoh Keluarga Bahagia

Keluarga Dwi Titi Maesaroh (mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan, program studi Pendidikan Bahasa Inggris).

Gadis berwajah manis bernama panggilan Titi ini berasal dari Dusun Pagerjirak, Desa Kejobong, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Nurhidayat Nasihin dan Ibunya bernama Sudiyem. Ayahnya, seorang petani yang sesekali mendapat orderan sebagai tukang ojek. Sementara ibunya mengelola warung kecil, menjual kebutuhan sehari-hari di dekat rumah.

Punya anak berprestasi, adalah kebahagiaan orang tua. Demikian juga dengan pasangan Nurhidayat Nasihin dan Sudiyem, orang tua Dwi Titi. “Keinginan kami adalah berharap anak-anak jadi anak yang sholeh sholehah dan bermanfaat bagi orang lain,”ucap Nurhidayat. “Alhamdulillah sekali kalau akhirnya Dwi bisa berprestasi. Memang sejak SD, dia sering juara kelas. Guru-guru anak-anak kami sempat heran karena semua berprestasi. Kata mereka, ‘anaknya dikasih makan apa sih, kok pada pinter semua?”

“Cara mendidik kami tidak berbeda dengan orang tua umumnya. Makanan yang diberikan juga sama. Tapi yang pasti, kami menekankan agar mereka selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik, berani mengambil resiko, belajar giat, tidak melakukan hal-hal yang aneh, selalu berhati-hati dan menjaga diri dengan baik dimanapun mereka berada. Kami juga mendidik mereka agar mandiri. Kami mendidik anak-anak menjadi pekerja keras.”

Dituturkan oleh bapak yang sangat religius itu, anaknya yang paling kecil (Aisyah Catur Priyatin Ningrum) mendapat beasiswa. Anak ketiga (Latifah Nurhayatun Tri Utami juga dibebaskan biaya SPP karena prestasi akademiknya. Bambang Priyanto, anak sulung kami juga beberapa kali mendapat beasiswa baik di sekolah maupun kuliah. Sedangkan Dwi Titi sendiri, dia pernah praktek industri di Malaysia dan mendapat beasiswa penuh belajar di perguruan tinggi. Dwi juga mendapat beasiswa dari IIEF untuk kursus jangka pendek di Amerika, ucap Nurhidayat itu terharu.”

“Saya bangga punya anak sehebat Titi, sampai sulit diungkapkan dengan kata-kata,” tutur ibu Sudiyem yang juga aktivis Aisyiyah itu. “Harapan kami, mereka menjadi anak yang sholehah dan berbakti serta bermanfaat bagi orang lain.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Keluarga adalah suatu komunitas yang terdiri dari laki-laki yang berperan sebagai suami  dan perempuan yang berperan sebagai istri yang disahkan melalui ikatan pernikahan, dan anak sebagai hasil dari pernikahan yang hidup bersama-sama dalam satu atap untuk membentuk keluarga yang diridhoi oleh Allah SWT. Dikatakan keluarga bahagia yaitu jika dalam anggota keluarga dapat saling menghormati satu sama lain, dapat menempatkan diri sesuai dengan hak dan kewajibannya dalam keluarga.

Dapat disimpulkan ciri-ciri keluarga bahagia lahir dan batin adalah sebagai berikut :

  1. Mau menerima hak dan kewajiban sebagai suami atau istri, atau sebagai orang tua.
  2. Selalu berusaha menciptakan suasana rumah yang harmonis yang penuh kasih sayang dan perhatian.
  3. Berusaha menghindari percekcokan dengan anggota keluarga.
  4. Selalu memusyawarahkan setiap keputusan yang akan diambil di dalam keluarga bersama seluruh anggota keluarga.
  5. Saling menghormati dan  menghargai antar anggota keluarga.

Jadi, inti dari keluarga bahagia lahir dan batin adalah saling mendukung satu sama lain, dan dukungan itu bisa datang dari bagaimana anggota keluarga memperlakukan satu sama lain.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Rw. (2011). “Mendidik Anak Menjadi Pekerja Keras”, Kabar UAD, 3 Maret 2011.

Willis, S. (2009). Konseling Keluarga. Bandung : Alfabeta.

Yusuf, Syamsu L.N. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Rizqi

Press.

www.mediaindonesia.com.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About solomoncell

Nama : Fajar Miftahur Rohman Tempat dan Tanggal Lahir : Ngawi, 29 Mei 1990 Riwayat Sekolah: TK: Nawa Kartika NGAWI MI: MI AL-FALAH SMP: AL-IRSYAD SMA: AL-IRSYAD PERGURUAN TINGGI: UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN Alamat Email: Miftah_fajar@yahoo.com Facebook: Fajar Miftahur Rohman Twitter: @solomoncell

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s