Kemiskinan

Standar
  1. A.     Pengertian kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).

 

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

 

 

 

 

 

 

  1. B.     Penyebab kemiskinan

Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:

  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan

C.     FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN

Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan, tetapi dari faktor-faktor tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan penyebab sebenarnya serta mana yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan kemiskinan

v  Tingkat dan laju pertumbuhan output

v  Tingkat upah neto

v  Distribusi pendapatan

v  Kesempatan kerja

v  Tingkat inflansi

v  Pajak dan subsidi

v  Investasi

v  Alokasi serta kualitas SDA

v  Ketersediaan fasilitas umum

v  Penggunaan teknologi

v  Bencana alam

Contoh Kasus:

 

PETANI JADI KORBAN KEMISKINAN

 

Lahan Pertanian Banyak Menjadi Kawasan Perumahan.

Jogja – Kemiskinan masih menjadi persoalan yang belum juga ada penyelesaian. Lemahnya akses terhadap sumber daya alam dan sumber ekonomi lainnya, menjadi penyebab utama terjadinya kemiskinan. Dalam merespon dinamika kehidupan masyarakat saat ini, civil society seperti Muhammadiyah perlu memberikan pendampingan teknis di lapangan kepada masyarakat.

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Said Tuhuleley mengatakan, saat ini angka kemiskinan di Indonesia masih tinggi, yakni sekitar 17%. Said menjelaskan,dalam bidang pertanian, banyak terjadi konversi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan yang tidak terkontrol.

Hal tersebut mengakibatkan akses petani terhadap lahan pertanian menjadi sulit. Akibatnya, petani berlahan sempit semakin terdesak, sehingga semakin menyengsarakanrakyat yang terus-menerus mengalami proses pemiskinan.

Menurutnya, konversi lahan dan luas pemilikan yang tidak terkontrol mengakibatkan akses petani kecil terhadap lahan pertanian menjadi sangat sulit. Hal ini juga menyulitkan sebuah negara untuk mencapai pertanian mandiri apabila lahan bagi pelaku sektor pertanian, khususnya pedesaan, nyaris tidak ada. Akibatnya, petani berlahan sempitpun semakin terdesak.

“Mereka yang miskin atau dimiskinkan ini umumnya adalah petani, buruh, dan pekerja diberbagai sektor informal lainnya. Faktor utama penyebab kemiskinankelompok masyarakat tersebut adalah lemahnya akses terhadap sumberdaya alam dan sumber ekonomi lainnya,” ujarnya.

Said mengungkapkan hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari pengaruh eksternal berupa merajalelanya perusahaan lintas negara. Akibatnya, masyarakatpun mengalami dampaknya, dimana mereka dipaksa bekerja ekstra keras dengan upah yang tidak layak.

Selain itu, kegiatan industri, terutama di perkebunan, pertanian, dan pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dan transnasional menjadi salah satu penyebab pemanasan global dan penghancuran lahan-lahan produktif masyarakat.

“Belum lagi akibat langsung yang ditimbulkan karena perubahan iklim yang drastis seperti kekeringan yang berkepanjangan, banjir yang terjadi hampir setiap tahun, longsor, badai. Semuanya menyengsarakan rakyat yang terus-menerus mengalami proses pemiskinan,” ungkap said.

Oleh karenanya dalam merespon dinamika kehidupan rakyat Indonesia tersebut, Muhammadiyah perlu memberikan pendampingan teknis dilapangan kepada masyarakat untuk kembali bangkit dari keterpurukan bangsa. “Selain itu MPM juga merasa perlu memberikan advokasi kebijakan publik sehingga kebijakan tersebut berpihak kepada masyarakat, “tuturnya. (ila)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BANGKIT MELAWAN KEMISKINAN

Oleh Ismail A Said

Preseden Direktur Dompet Dhuafa

 

Reformasi sudah berjalan selama 13 tahun. Namun kemiskinan masih mlilit bangsa ini walaupun era reformasi telah mengalami pergantian kepemimpinan sampai tiga kali. Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 1Juli 2010 merilis data kemiskinan di Indonesia pada Maret 2009 mencapai 31,02 juta (13,33 persen dari total penduduk) denagn garis kemiskinan sebesar Rp. 211.726 per kapita per bulan.

Kemiskinan tidak hanya terjadi di pedesaan, tapi juga di kota-kota besar seperti jakarta. Persoalan ekonomi bukan lagi alasan semata penyulut kemiskianan, tetapi juga soal kultur. Bencana busung lapar, wabah penyakit, dan musibah bencana alam yang melanda berbagai daerah menjadi bagian percepatan meningkatnya angka kemiskinan.

Kemiskinan menjadi masalah kolektif untuk segera dicarikan alternatif solusi pemecahannya. Siapapun tidak akan tega memiskinkan bumi pertiwi yang memiliki tanah subur dan hamparan lautan luas dan potensi sumber alam yang luar biasa nilainya. Belum lagi, jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan peluang investasi sumberdaya prestatif dimasa mendatang yang perlu diberdayakan.

Kebijakan yang mendukung kaum dhuafa untuk dapat tumbuh menjadi masyarakat produktif dan mandiri telah digelontorkan tetapi kemiskinan terus mendera. Problem kemiskinan yang memicu meningkatnya kejahatan, kekacauan terjadi dimana-mana, dekadensi moral,kekufuran, dan penyakit sosial lainnya yang merugiakn keluarga hingga masyarakat sekitar. Problem kemiskinan tidak hanya memerlukan perhatian pemerintah, tetapi juga semua unsur pemangku kepentingan seperti pengusaha, akademisi,lembaga nirlaba/NGO, guru, dokter, dll. Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan denagn dana zakat, infak, sedekah, wakaf,serta dana lainnya yang halal dan legal.

About solomoncell

Nama : Fajar Miftahur Rohman Tempat dan Tanggal Lahir : Ngawi, 29 Mei 1990 Riwayat Sekolah: TK: Nawa Kartika NGAWI MI: MI AL-FALAH SMP: AL-IRSYAD SMA: AL-IRSYAD PERGURUAN TINGGI: UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN Alamat Email: Miftah_fajar@yahoo.com Facebook: Fajar Miftahur Rohman Twitter: @solomoncell

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s