Pentingnya nilai kejujuran

Standar

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

Kejujuran bisa jadi telah menjadi barang yang teramat langka di negeri ini. Lihat saja perilaku korup dan manipulatif yang ada di mana-mana. Secara teori semua orang mengajarkan untuk hidup jujur, akan tetapi realitanya dalam dunia justru cenderung menolak kejujuran. Ada seorang teman yang justru tersingkir dari jabatannya justru karena ia memilih untuk tetap jujur. Ia tidak mau ikut-ikutan melakukan penggelembungan dana bersama pimpinan dan rekan-rekannya, dan akibatnya ia pun disingkirkan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa betapa mahalnya harga kejujuran itu. Pada dasarnya kejujuran adalah merupakan nilai yang sangat bermakna bagi kelangsungan hidup di dunia dan akhirat.

Demikianlah potret yang kini semakin sering kita saksikan. Semakin lama kejujuran semakin menjadi barang langka yang meski selalu diajarkan dimana-mana tetapi pada kenyataannya semakin dipinggirkan. Di mata dunia mungkin seperti itu, tetapi ingatlah bahwa kejujuran yang sekecil apapun memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang pencipta.

Manusia  mengajarkan pentingnya hidup dengan berlaku jujur dalam begitu banyak kesempatan. Betapa besar nilai kejujuran di dunia ini. Mungkin di dunia ini kita bisa mengalami kerugian atau bahkan malah mendapat masalah karena memutuskan untuk berlaku jujur, seringkali dunia memang memperlakukan kita dengan tidak adil, tetapi itu bukanlah masalah karena kelak dalam kehidupan selanjutnya yang abadi semua itu akan diperhitungkan sebagai kebenaran yang berkenan di hadapan Allah. Pada saat ini mungkin kita rugi akibat memutuskan untuk jujur, tetapi kelak pada saatnya kita akan bermegah dan bersyukur karena telah mengambil keputusan yang benar.

  1. Tujuan
    1. Agar mahasiswa mengetahui arti penting sebuah kejujuran yang di lakukan dengan ikhlas.
    2. Agar mahasiswa dalam perbuatannya selalu bersikap jujur apaadanya dan dapat menerima konsekuensi yang telah di lakukanya.
    3. Agar mahasiswa memiliki konsep kejujuran yang baik , benar dan tepat di dalam hidupnya.
    4. Supaya mahasiswa dapat mengimplementasikan konsep kejujuran tersebut di dalam kehidupannya.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Devinisi Jujur

Jujur berarti berkata yang benar yang bersesuaian antara lisan dan apa yang ada dalam hati. Jujur juga secara bahasa dapat berarti perkataan yang sesuai dengan realita dan hakikat sebenarnya. Kebalikan jujur itulah yang disebut dusta.

  1. B.     Nilai Kejujuran dalam Kehidupan di Keluarga

 

Kejujuran merupakan salah satu bagian yang teramat penting bagi kelangsungan hidup manusia di dalam keluarga. Kejujuran di dalam Kehidupan keluarga sangatlah penting apabila diterapkan oleh masing – masing orang atau sodara yang ada di keluarga tersebut. Dengan demikian kejujuran akan tercipta kehidupan  yang harmonis di dalm ruang lingkup keluarga.

 

Penyebab anak berbohong :

a)      Takut dimarahin atau dihukum karena berbuat salah

b)      Melihat kebohongan yang ada disekitarnya (Orangtua,guru,keluarga)

c)      Ancaman hukuman bagi kesalahan sang anak

Berbagai faktor diatas merupakan pemicu utama kebohongan seorang anak. Marilah kita orang tua bersepakat menghapuskan populasi kejahatan didunia ini dengan bersikap yang benar dan jujur. Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk menghentikan kebohongan pada anak sejak dini :

 

a)      Menanamkan kesadaran untuk selalu hidup jujur dan menyadari akibat buruk kebohongan.

Orang tua yang memahami arti kejujuran dan akibat buruk kebohongan yang tertulis diatas sekalipun dulunya biasa berbohong dan selalu hidup dalam ketidakjujuran akan mempunyai tekad untuk hidup jujur dan membenci adanya kebohongan. Orang tua yang demikian tdak akan pernah kompromi dengan kebohongan yang ada disekitarnya termasuk anaknya sendiri. Sikap tidak kompromi dengan kebohongan tersebut akan membantu mengubahkan kebohongan pada anak.

 

b)      Membiasakan sikap jujur sebagai budaya didalam kehidupan keluarga.
Anak kecil pintar sekali meniru apa yang dilihat, dan kebohongan dari tingkah laku dan perkataan yang dilakukan orang tua juga akan menanamkan kebohongan dalam mental anak kecil tersebut. Apapun itu bentuk kebohongannya sekalipun dalam hal kecil,itu semua terekam dalam memori sang anak.

Janji yang yang tidak ditepati juga menjadi penyebab yang gampang direkam. Jangan pernah menjanjikan sesuatu yang pastinya tidask ditepati. Jika janji tersebut tidak jadi karena faktor lain,katakan maaf dan kasih pengertian kepada si kecil. Jangan juga menceritakan sesuatu yang mengandung kebohongan karena ketika nantinya sang anak melihat kenyataannya dia akan merekamnya. Jangan gengsi meminta maaf jika ada kesalahan kita dimata anak kita. Sikap gentle kita ini akan direkam menjadi suatu kebaikan nantinya bagi dia.

 

c)      Kesadaran jujur tidak akan dihukum.

Memberi pengertian dan gambaran kepada si kecil tentang kejujuran dan keburukan dari kebohongan. Ajarkan juga si kecil untuk tidak takut mengaku kalau berbuat salah. Kasih pengertian jika dia berbuat salah dan mengaku tidak akan dihukum. Jangan selalu memberikan ancaman untuk suatu kesalahan karena itu menjadi suatu momok yang menakutkan bagi sang anak ketika dia berbuat suatu kesalahan.

 

d)       Komunikasi Yang Baik Dengan Sang Anak

Orang tua harus sering berkomunikasi dengan baik dan terbuka kepada sang anak. Keterbukaan dimulai dariorang tua bisa menceritakan apa yang dia lakukan ketika dia pergi/ kerja meninggalkan sang anak. Hal ini akan membuat sang anak juga akan menceritakan apa yang terjadi pada dirinya selama dia tidak bersama dengan kita. Tunjukkan sikap yang menyimak dengan baik apa yang diceritakannya, jangan anggap remeh setiap ceritanya. Dan juga berikan apresiasi atas cerita dan kejujuran sang anak tersebut. Jangan lupa memberikan apresiasi yang baik dari orang tua atas kejujuran sang anak dibanding hukuman atas kesalahan yang dibuat.

  1. Contoh Kasus

Seorang ayah yang selalu berusaha jujur dalam hidupnya, terutama kepada anak-anaknya yang masih kecil. Suatu ketika sang ayah yang menjanjikan kepada sang anak yang meminta baju baru akan tetapi sang ayah hanya menjawab “ia nak besok kalau kenaikan kelas ya nak” tetapi sang ayah sampai kenaikan kelas tiba dan berakhir tidak kunjung di berikan juga. Sang anak menjadi kurang percaya terhadap ayahnya sehingga sering melakukan hal – hal yang tidak jujur.

Jangan pernah sekali pun berjanji kepada anak namun tidak menepatinya. Seringkali sebagai orang tua, kita mengumbar janji agar anak tidak merengek. Ini kebiasaan yang tidak baik. Anak-anak tidak akan selalu ingat apa yang kita katakan namun mereka hampir tidak pernah gagal meniru kita,” Penelitian Rick & Kathy Hicks kepada 100.000 anak (berusia 8 – 14 tahun) membuktikan bahwa salah satu hal yang sangat didambakan anak dari orang tuanya adalah kejujuran.

Teori yang di pakai terkait dengan nilai kejujuran dalam keluarga yaitu Teori Peniruan ( Modelling ) dari Albert Bandura. Yakni Modelling tingkah laku baru, yang diantaranya dalam proses meliputi perhatian, representasi (tingkah laku yang akan ditiru), peniruan perilaku model dan motifasi dan penguatan,

 

 

  1. C.    Nilai Kejujuran Dalam Kehidupan di Sekolah

 

Hermawan menjelaskan bahwa karakter akan terbangun dengan baik jika ditunjang dengan tiga komponen: excellence (keunggulan), professionalism (profesionalisme) dan ethics (etika).

Etika adalah prinsip-prinsip yang menentukan tingkah laku seseorang serta mengarahkannya dalam mengambil keputusan. Etika menjadikan seseorang mampu membedakan antara mana yang benar dan mana yang salah. Dengan etika, seseorang akan menjadi insan yang memiliki keluhuran budi pekerti. Di dalam etika ini terkandung unsur kejujuran, kehormatan, tanggung jawab, keadilan, kepedulian dan citizenship (berperan aktif dalam mengembangkan komunitas sekitar).

Pribadi Jujur

Menjadi pribadi yang tidak jujur tentu berisiko namun terkadang menjadi pribadi yang jujur justru mengandung risiko yang jauh lebih besar. Mulai dari dianggap sok idealis, tidak disukai, ditolak dalam lingkungan pergaulan dan lingkungan pekerjaan hingga disingkirkan, baik secara halus atau secara kasar. Namun dalam jangka panjang bersikap jujur tentu lebih baik daripada tidak jujur.

Menjadi pribadi yang jujur tidak hanya berarti berani berbicara apa adanya (terus terang), tanpa kebohongan atau bersikap manipulatif. Karakteristik pribadi jujur, meliputi :

  1. Menepati janji yang telah dibuat.
  2. Melaksanakan komitmen hingga tuntas.
  3. Setia dalam hal-hal kecil yang dipercayakan kepada kita.
  4. Mengatakan apa yang dilakukan dan melakukan apa yang dikatakan.
  5. Berani mengakui kelemahan dan kesalahan serta meminta maaf.

 

 

 

  1. 1.      Contoh Kasus

Ketika siswa dalam mengikuti dan mengerjakan ujian nasional siswa  menyontek dalam pengisian jawabannya. Mungkin siswa melakukan hal tersebut karena merasa tidak yakin dengan jawabannya/tidak percaya diri tehadap potensi yang dimiliki. Selain itu mungkin karena siswa pada malam sebelum dilaksanakan ujian nasional siswa cenderung malas dan enggan untuk belajar. Sehingga timbul dari dalam diri siswa untuk melakukan perbuatan mencontek tersebut. Namun pada ujian yang berikutnya ketika siswa tersebut mencontek kebetulan ia ketahuan oleh pengawas sehingga siswa tersebut mendapat sebuah sanksi yang membuat dia jera yang pada akhirnya membuat siswa tersebut menyadari bahwa mencontek tersebut merupakan suatu perbuatan yang tidak terpuji dan merupakan perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

 

 

\

 

  1. D.    Nilai Kejujuran di dalam Kehidupan Bermasyarakat

 

Berdasarkan riset Thomas J. Stanley, Ph.D kepada 1.001 responden (733 di antaranya adalah milyuner dengan kekayaan di atas USD 1 juta), yang dituangkan dalam bukunya The Millionaire Mind, terungkap bahwa bersifat jujur kepada semua orang dan memiliki hasrat untuk menjadi figur yang dihormati adalah faktor penting yang menunjang kesuksesan.

James P. Kouzes dan Barry Posner melaporkan dalam buku The Leadership Challfenge bahwa para masyarakat mengharapkan empat hal dari pemimpin mereka: kejujuran, kompetensi, visi dan inspirasi. Ingatlah selalu bahwa para masyarakat tidak mengharapkan seorang pemimpin yang sempurna dalam segala hal namun mereka mengharapkan pemimpin yang jujur.

Dusta merupakan tanda dari kemunafikan sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berbicara dia dusta, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi amanah dia mengkhianati.”(HR. Bukhari, Kitab-Iman: 32)

  1. 1.      Contoh Kasus

Suatu ketika datang kepada Nabi seorang yang ingin masuk Islam, tapi dia tidak bisa meninggalkan perbuatan-perbuatan tidak terpujinya sehingga dia minta keringanan kepada nabi, kemudian nabi hanya mengajukan satu syarat yaitu jangan sampai berbohong. Ternyata syarat yang kelihatannya ringan itu amatlah berat untuk dilakukan, sehingga karena syarat itulah orang tersebut selalu berpikir seribu kali untuk melakukan maksiat karena ada ketakutan dalam dirinya akan ditanya nabi apa yang sudah ia lakukan sementara dia tidak boleh berbohong kepada nabi.

Banyak dari kita memang untuk menutupi kesalahan atau ego yang cukup tinggi harus berbohong dengan berbagai alasan agar kita tidak terlihat bersalah dan tidak dipandang remeh. Padahal dengan memulai berbohong itu kita akan melakukan kebohongan-kebohongan selanjutnya.

 

Yang perlu masyarakat ketahui terkait dengan kejujuran

a)     Ketika kita jujur, kita menjadi orang yang bisa dipercaya. Inilah yang akan membentuk nama baik atau reputasi. Nama baik akan menjadi modal yang sangat berharga bagi perjalanan dan keberhasilan hidup.

b)     Ketika kita jujur, kita bisa menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita, terutama keluarga kita. Ini merupakan sebuah warisan yang jauh lebih berharga daripada uang atau materi.

c)      Ketika kita jujur, kita menjadi sahabat terbaik bagi diri kita sendiri. Sebab seringkali ketidakjujuran membuat kita sulit berdamai dengan diri kita sendiri.

 

 

 

E.     ciri-ciri orang yang jujur

1.Tidak bersikap pura-pura
2. Berkata apa adanya
3. Tidak berkata bohong
4. Tidak menipu diri sendiri maupun orang lain
5. Mau mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain
6. Dapat mengemban kepercayaan atau amanah dari orang lain
7. Dapat mengemban kepercayaan dari orang tua dan keluarga
8. Tidak membohongi diri sendiri dan orang lain
9. Tidak mengambil hak milik orang lain
10. Tidak merugikan orang lain

  1. Ciri-Ciri orang yang tidak jujur :
    1. Apabila berkata maka dia akan berkata bohong / dusta.
    2. Jika membuat suatu janji atau kesepakatan dia akan mengingkari janjinya.
    3. Bila diberi kepercayaan / amanat maka dia akan mengkhianatinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan

Kejujuran menjadi barang yang teramat langka di negeri ini. Lihat saja perilaku korup dan manipulatif yang ada di mana-mana. Secara teori semua orang mengajarkan untuk hidup jujur, akan tetapi realitanya dalam dunia justru cenderung menolak kejujuran. Ada seorang teman yang justru tersingkir dari jabatannya justru karena ia memilih untuk tetap jujur. Ia tidak mau ikut-ikutan melakukan penggelembungan dana bersama pimpinan dan rekan-rekannya, dan akibatnya ia pun disingkirkan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa betapa mahalnya harga kejujuran itu. Pada dasarnya kejujuran adalah merupakan nilai yang sangat bermakna bagi kelangsungan hidup di dunia dan akhirat.

Kejujuran merupakan dasar dari perilaku manusia yang harus selalu di implementasikan di dalam kehidupan sehari – hari. Dengan adanya perbuatan yang jujur apa adanya terkait dengan perilaku ataupun perbuatan yang di lakukan maka akan ada dampak positif dan negatifnya sendiri. Akan tetapi yang perlu di garis bawahi bahwa nilai kejujuran itu sangat berpengaruh baik terhadap psikis seseorang yang melakukan kejujuran secara tepat.

Mungkin di dunia ini kita bisa mengalami kerugian atau bahkan malah mendapat masalah karena memutuskan untuk berlaku jujur, seringkali dunia memang memperlakukan kita dengan tidak adil, tetapi itu bukanlah masalah karena kelak dalam kehidupan selanjutnya yang abadi semua itu akan diperhitungkan sebagai kebenaran yang berkenan di hadapan Allah. Pada saat ini mungkin kita rugi akibat memutuskan untuk jujur, tetapi kelak pada saatnya kita akan bermegah dan bersyukur karena telah mengambil keputusan yang benar. 

  1. B.     Saran

Menurut pendapat kami terkait dengan nilai kejujuran itu memeng sangat penting bagi kehidupan seseorang apabila di implementasikan dalam kehidupan sehari – hari. Kita selaku mahasiswa yang sudah berpendidikan tinggi hendaknya selalu menjunjung tinggi arti nilai kebenaran yang sesungguhnya (kejujuran). Dengan adanya rasa jujur yang melekat di dalam diri seseorang maka dengan keterbiasaannya dengan kejujuran menyebabkan seseorang dapat di percaya dan terbebas dari kebebasan gangguan psikis.

About solomoncell

Nama : Fajar Miftahur Rohman Tempat dan Tanggal Lahir : Ngawi, 29 Mei 1990 Riwayat Sekolah: TK: Nawa Kartika NGAWI MI: MI AL-FALAH SMP: AL-IRSYAD SMA: AL-IRSYAD PERGURUAN TINGGI: UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN Alamat Email: Miftah_fajar@yahoo.com Facebook: Fajar Miftahur Rohman Twitter: @solomoncell

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s