Struktur Trait

Standar

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah

 

Suatu teori empiris, yakni tehnik analisis faktor, dan pendirian teoritis yang perkembangannya sangat tergantung pada penggunaan metode tersebut,yakni teori kepribadian dari Raymond B. Cattell. Para teoritis lain yang berkecimpung dibidang kepribadian telah pula menggunakan tehnik ini; H.J Eysenck, J.P Guilford, Cyril Burt, L.L Thurstone dan W. Stephenson termasuk dalam jajaran para pelopor yang penting. Akan tetapi teori Cattell merupakan teori kepribadian yang paling komprehensif dan yang paling tuntas dikembangkan berdasarkan analisi faktor.

Seorang psikolog inggris terkemika dan yang menjadi sangat terkenal karena karyanya tentang kemampuan-kemampuan mental ( Spearman,1927). Ia berpendapat bahwa jika kita menyelidiki dua tes kempuan yang paling berhubungan, maka kita bisa berharap menemukan dua macam faktor yang ikut menentukan performans pada dua tes tersebut pertama, terdapat faktor umum dan yang kedua terdapat faktor khusus. Metode analisis faktor dikembangkan sebagai sarana untuk menentukan adanya faktor-faktor umum dan membantu untuk mengenalinya. Analisis faktor dewasa ini memberikan tekanan khusus pada faktor-faktor kelompok ini.

Suatu pemahaman terinci tentang analisis faktor tidak terlalu diperlukan untuk tujuan pemaparan dalam bab ini; akan tetapi penting bahwa pembaca menyadari logika umum yang melatarbelakangi tehnik tersebut. Teoritikus faktor biasanya memulai penelitian tentang tingkahlaku dengan sejumlah besar skor untuk masing-masing dari sejumlah besar subyek. Idealnya, pengukuran-pengukuran ini harus mencakup bermacam-macam aspek tingkahlaku. Berdasarkan indeks-indeks kasar ini, penelitian kemudian memakai tehnik analisis faktor untuk menentukan faktor-faktor pokok atau mengontrol variasi pada variabel-variabel permikaan tersebut.

Hasil analisis faktor tidak hanya mengisolasikan faktor-faktor fundamental, tetapi juga memberikan pengukuran dan kumpulan skor sutu taksiran tentang sejauh manakah pengukuran dari masing-masing faktor. Taksir ini biasanya disebut muatan faktor ( factor loading ) atau serapan ( saturation) dari suatu pengukuran dan menunjukan seberapa banyak variasi pada suatu pengukuran tertentu disebabkan oleh masing-masing dari antara faktor-faktor tersebut. Faktor-faktor hanya merupakan usaha untuk merumuskan variabel-variabel yang dianggap akan menjelakan komleksitas aneka ragam tingkahlaku yang dapat diamati.

Salah satu persoalan lain yang ternyata sedikit kontroversial di kalangan para analis faktor yang perlu dikemukakan di sini ialah pembedaan antara sistem-sistem faktor othogonal dan sistem-sistem faktor oblique ( besarta pengertian tentang faktor-faktor tingkat kedua atau “second order factor”). Penggunaan faktor-faktor olique mengandung suatu implikasi tambahan. Jika diperoleh faktor-faktor yang berkorelasi satu sama lain, maka dapat diterapkan lagi pada korelasi-korelasi diantara faktor-faktor tersebut, misalnya pemfaktoran tes-tes kemampuan ( abilitytests ) kerapkali menghasilkan faktor-faktor urutan pertama, seperti “ kelancaran verbal” ( verbal fluency) “ kempuan numerik” ( numerical ability), “ visualisasi ruang” ( spatial visualization ) kemudian orang dapat melanjutkan memfaktor korelasi-korelasi antara faktor-faktor urutan pertama, sehingga mungkin menemukan suatu faktor urutan kedua” inteligensi umum” general intelligence” faktor-faktor “verbal” dan “non verbal” yang luas.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.      KAJIAN TEORITIS :

A.    Pengertian Statistik

            Raymond B.Cattell(dan juga Hans J.Eysenck) mempunyai keyakinan dasar bahwa kepribadian memiliki banyak sekali dimensi yang dapat di ukur,dan teknik statistik analisis faktor dapat di pakai sebagai sarana untuk mengisolasi vaiabel-variabel kepribadian itu.misalnya seorang pakr kepribadian akan meneliti hipotesa yang menyatakn bahwa manusia itu mempunyai 30 macam traits di dalam dirinya.

Secara etimologis kata “statistik” berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi negara. Pada mulanya, kata “statistik” diartika sebagai “kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif)” saja; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.

dalam kamus bahasa Inggris akan kita jumpai kata statistics dan kata statistic. Kedua kata itu mempunyai arti yang berbeda. Kata statistics artinya “ilmu statistik”, sedang kata statistic diartika sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel,” yaitu sebagai lawan dari kata “parameter” yang berarti “ukuran yang diperoleh atau berasal dari populasi”.

 

 

 

B.    STRUKTUR TRAIT

 

  • Ø KATEGORI TRAIT

Cattell menolak pendapat Alport bahwa traits memiliki kapling eksistensi di system neurofisik. Menurtnya, traits merupakan konstruk hipotetik atau imajiner sebagai kesimpulan dari pengamatan objektif terhadap tingkah lakuku. Ini sama sekali tidak mengecilkan makna penting traits. Bahkan menurut Cattell traits adalah elemen dasar dari kepribadian yang berperan vital dalam usdaha meramalkan tingkahlakuku. Menurut Cattell kepribadian adalah struktur kompleks dari traits yang tersusun dalam berbagai kategori, yang memungkinkan prediksi tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu, mencakup seluruhtingkah laku baik yang konkrit maupun yang abstrak simpulan. Trait dapat diklasifikasikan dengan memakai kategori:

 

  • Ø Kategori kepemilikan

Trait Umum – Trait Khusus (common – Unique Traits)

  1. Trait umum adalah trait yang dimiliki oleh semua orang, tingkatan-tingkatan tertentu. Misalnya inteligensi, introvensi, dan suka berteman.
  2. Trait khusus dalah trait yang dimiliki satu orang saja (bisa juga dimiliki beberapa oleh beberapa orang dengan kombinasi antara traits yang berbeda.

 

  • Ø Kategori Kedalaman

Trait permukaan – Trait Sumber

  1. Trait permukaan adalah sifat yang tampak yang menjadi tema umum dari  beberapa tingkah laku. Misalnya remaja yang lincah, menyenangkan orang lain dan merencanakan kegiatan yang menarik dapat dikatakan memiliki trait permukaan yang periang. Sebaliknya remaja yang mengkritik orang lain memandang masa depan suram di katakan memiliki sifat permukaan depresif.
  2. Trait Sumber adalah elemen dasar yang menjelaskan tingkah laku. Sifat ini dapat disimpulkan langsung dari pengamatan tingkah laku dan di identifikasi memakai analisis faktor. Trait sumber bisa bersifat konstitusional (di bawa sejak lahir) atau bersifat bentukan lingkungan (enfironmental mol).

 

  • Ø Kategori Modalitas

Trait Kemampuan – Trait Tempramen – Trait Dinamik

  1. Trait kemampuan: menentukan ke efektifan seseorang dalam usaha mencapai tujuan. Contoh : kecerdasan.
  2. Trait tempramen: gaya atau irama tingkah laku. Conroh: ketenangan, keberanian, santai, mudah.
  3. Trait dinamik: motivasi atau kekuatan pendorong tingkah laku. Contoh: dorongan, interes, dan ambisi menguasai sesuatu.

  • Ø FAKTOR SUMBER (FAKTOR PRIMER)

 

Cattell meneliti trait dengan mengumpulkan 4000 sifat manusia(sebagian besar di peroleh daro kamus yang di susun oleh Allport dan Obert.dia ringkas dengan mengelompokan sifat yang mirip dan menghilangkan istilah yang asing dan metaforik menjadi 200 sifat,.200 sifat itu di kelompokan dan di peras jadi 35 sifat (dinamakan sifat sumber atau sifat primer,masing-masing di beri simbol huruf yang berbeda.35 sifat itu terbagi menjadi 2  kelompok,23 sifat populasi normal dan 12 sifat populasi berdimensi patologis.setelah di lakukan analisis faktor terhadap 23 sifat primer di temukan 16 sifat primer yang satu dengan lainnya saling asing.16 sifat primer oleh cattell kemudian di jadiakn dasar untuk mengembangkan instrumen pengukuran kepribadian.yang terkwnal yakni 16 personality factor questionnair (16PF Questionnair).sisanya,7 sifat populasi normal dinamakan faktor primer non 16PF

 

 

 

 

 

Tabel Faktor Prima

23 Faktor-Primera Normal

12 Faktor-Primera Patologis

16 Faktor Primera

7 Faktor Primera non 16 PF

A-B-C-E-F-G-H-I-J-K-L-M-N-O-Q1-Q2-Q3-Q4 D-J-K-P-Q5-Q6-Q7 D1-D2-D3-D4-D5-D6-D7-Pa-Pp

Sc-As-Ps

 

  • Ø Faktoe-faktor pada 16PF :

 

Faktor A (Sizia-Affekctia)

Faktor yang paling besar proporsinya,mirip dengan polarisasi,Schizothemescyclothemes dari Kretschmer.tipe reserved = Schizothemescyclothemes adalah orang yang menarik diri,halusinasi,cenderung mempunyai bentuk tubuh tinggi kurus.tipe Outgoing = Cyclothms adalah orang yang ramah,senag tertawa dan cenderung memiliki bentuk tubuh gemuk pendek.

Faktor B (Intelligence)

Faktor yang berhubungan dengan kecerdasan dan kemampuan berfikir pada umumnya.nilai rendah atau tingginya dari faktor ini brhubungan dengan skor intesintelegence, tingkat pendidikan, kemampuan berfikir dan logika.

Faktor C (Ego Strength)

Fktor ini di temukan melalui analisi faktor.orang yang neurotik cenderung memiliki kekuatan ego yang rendah.begitu pula alkoholiq, adiksi narkotik, delingkuen dan putus sekolah memiliki ego yang rendah.

Faktor E (Submissive-Dominance)

Orang yang domunan pada faktor E(+) adalah orang yang percaya diri,sombong,cokak,agresif,bertenaga,berkemauan,mementingkan diri sendiri. Sebaliknya E(-) cenderung ragu-ragu, rendah hati, ogah-ogahan, lembut, diam dan penurut.

Faktor F (Disurgency-Surgency)

Diperkirakan oleh cattell trait ini di pengaruhi oleh keturunan sebesar 55%. Orang yang disurgensinya tinggi F(-) adalah orang yang depresi, pesimistik, seklusif, kelelahan, lemah, intropektif, dan khawatir. Sebaliknya surgensi F(+) ditandai oleh sufat penggembira, ramah, mudah bergaul, responsif, bersemangat, jenaka, humoris, dan senang berbicara.

Faktor G (Superego Strength)

Orang yang superegonya kuat cenderung memiliki ketetapan atau setia dengan tujuan mengejar tujuan ideal, dan peduli dengan kontrol diri terhadap tingkah laku.

 

Faktor H (Threctia-Parmia)

Faktor ini dipengaruhi oleh keturunan sekitar 40% Threctia (H-) adalah reaksi bahaya dari sistem simpatetik (malu, takut-takut, menyendiri, dan menahan diri). Sedang Parmia (H+) bercirikan dominasi syaraf parasimpatik (pemberani, penjelajah, senang berkelompok, periang, responsif).

Faktor I (Harria-Premsia)

I(-) menjadi orang yang masak, independen, realistik, dan mencakup diri sendiri. I(+) adalah orang yang tidak sabaran, banyak tuntutan, tidak masak, sopan, sentimental, imajinatif, kreatif, dan kecemasan.

Faktor L (Alaxia-Protension)

Alaxia adalah diambil dari kata relaxtion, sedangkan protension adalah gabungan dari projection dan tension. Orang yang protensif cenderung mudah curiga, cemburu dan menarik diri, sedangkan alaxis mudah percaya, memahami dan sabar.

Faktor M (Praxernia-Autia)

Praxernia M(-) merupakan gabungan dari istilah practical dan concerned. Sifat ini mengacu ke orang yang konvensional, praktis, sadar tujuan, logis dan khawatir. M(+) pada orang neurotik menjadi terserap pada pikirannya sendiri dan tidak peduli dengan rencana praktis. Sebaliknya orang dengan tipe M(-) peduli dengan kebutuhan terhadap lingkaran, cenderung memperhatikan ditail. M(-) ini menurut Cattell bisa menjadi dasar dari gejala obsesif-kompulsif.

 

 

Faktor N (Artleeness-Shrewdnes)

N(-) adalah ciri orang yang naif, rendah hati bersahaja, dan spontan, sedang N(+) bercirikan materialis, cerdik, berpandangan luas, pintar.

Faktor O (Assurance-Guild Proneness)

O(-) adalah orang yang percaya diri, ulet, tabah, dan tenang. O(+) adalah trait yang ditemukan pada orang-orang yang patologis-alkoholik, kriminal, manis depresif.

 

C.    DINAMIKA TRAIT

 

Dalam pembahasan mengenai trait, dinamika trait muncul sebagai salah satu klasifikasi trait. Dinamika dalam hal modalitas ekspresi sebagian besar terikat dengan tempramen. Bahasa mengenai dinamika trait sebagi motivasi secara spesifik,menganalisis asal-muasal penggerakan trait dan saling hubungan subsidiasi antara sikap,sentiment,dan sifat keturunan.

 

  • SIKAP ( ATTITUDE) :

Sikap atau attitude bukan pandangan tentang sesuatu menolak atau menerima,tetapi sikap adalah  konsep tentang tingkah laku spesifik(Keinginan untuk bertingkah laku tertentu). Misal:monica ingin belajar bahasa perancis dengan teman sekelas tertentu,itu adalah sikap. Seperti semua attitude,pada peristiwa stimulus atau situasi tertentu (kurikulum bahasa prancis)Interest(intensita tingkat keinginan mengikuti kelas)Respond dan objek. Sikap itu kemudian akan berperan sebagai motivator tingkah laku (Belajar bahasa perancis).

Cattel memandang motivasi sangat kompleks dan alur kerja motif atau kisi-kisi dinamika.motif melibatkan semua attitude.tidak semua motif disadari.Motif itu tersusun dalam satu mata rantai,satu motif berada di bawah motif yang lain, ada motif yang diarahkan ke sub tujuan yang harus di capai sebelum mencapai tujuan sebelumnya. Ranatai subsidiasi dapat diungkap dengan pertanyaan “Mengapa?”

Motif-motif itu tesusun dalam satu mata rantai yang satu subsidiari  dari yang lain dan semuanya sering berakhir pada dorongan makan yang bersifat Pembawaan

 

  • Ø DORONGAN PEMBAWAAN

(ERG dari ERGON (YUNANI)  = KERJA ATAU ENERGI)

Dorongan atau motiv pembawaan oleh cettle di sebut ERG. Semua dorongan primer yang dibawa bersama kelahiran disebut ERG. Misal:Seks,lapar,haus,rasa ingin tau,marah dan motif lain yang biasa tidak hanya dimiliki manusia tetapi juga dimiliki oleh primata dan mamalia lainnya. Tidak seperti Psikoanalis yang menentukan drive apa saja yang di miliki manusia secara subjektif,Cattel kembali memakai analisis factor terhadap data T dari sampel anak-anak dan orang dewasa dari berbagai budaya Itu memetakan motifasi manusia secara matematis alih-alih secara logis.

Dari pendekatan statistik itu Cattel menemukan 10 ERG yang sebagian besar pada binatang. Traid dinamika itu ada semua budaya.Faktor ERG pada manusia Ekuivalen dengan pola insting binatang.Secara keselurahan peta Erg manusia terdiri 10 ERG independent,4 ERG yang di independensinya kurang jelas dan 2 ERG masih di pertanyakan nilainya sebagi factor hereditas.

 

  • SENTIMEN (SENTIMENT)

Sentimen sering disebut Cattel sems,persamaan dari “socially shaped ergic Manifold”(bermacam-macam ERG yang dibentuk secara social).Sentimen adalah organisasi struktur keseimbangan atitud,yang memperoleh enerji  dari ERG tetapi di bentuk oleh hasil belajar. Sentimen merupakan sumber motivasi yang penting karena kecenderungannya mengorganisir diri di sekitar intitusi social yang menonjol (missal Karir,agama) atau di sekitar orang yang penting (orang tua,pasangan,self) dia dibutuhkan oleh lingkungan sosial. Attitud adalah aksi atau keinginan melakukan aksi sebagai respon terhadap situasi tertentu,yang kalau di lacak asal-muasalnya akan sampai kedorongan primer bawaan – ERG. Tujuan antara ,ditengah-tengah antara attitud dengan ERG adalah sentiment.

 

 

Sebagai contoh dapat di paparkan sebagai berkut:

 

Pada kasus Monica,attitud yang muncul adalah hasrat yang kuat belajar bahasa perancis,dan erg dari attitud itu adalah lapar.peta jaringan yang menjembatani antara atitud dengan erg melibatkan berbagai sentiment.Misalnya:monica ingin mempertahnkan reputasinya sebagai mahsiswa teladan,adalh bgian dari sentiment self,dan motifasi belajr dengan teman tertentu berhubungan denga erg kesendirian.umumnya atitud subside terhadap sentiment dan sentiment subside terhadap erg namun sesungguhnya hubungn antara ketiganya bias berbalikan,tergantung stimulasi yang memicunya.hubungan itu di gambarkan dalam latise dinamik(kisi-kisi dinamik) dari cattel  Bisa berupa :

  1. beberapa sentiment dapat di subsidiasi dari satu erg,seblinya beberapa erg dapat tersubsidiasi ke satu sentiment.
  2. Beberapa attitude dapat disubsidiasi dari satu erg,sebaliknya beberapa erg dapat di subsidiasi dari satu attitud
  3. Sentiment yang satu subsider kepada sentiment yang lain,baik dalam bentuk subsidiasi tunggal maupun jamak.

 

  • Ø KALKULUS DINAMIK ( Dynamic Calculus)

Tempramen,Traid,Abilitas dan motifasi di ukur tidak dalam pengertian sesuatu yang di miliki individu tapi lebih dalam pengertian tingkah laku. Cattell memakai konsep kalkulus dinamik suatu prosedur yang kompleks untuk menentukan kekuatan dan arah tingkah laku.dalam kalkulus dinamik Erg dan Sentimen di pandang sebagai akar dari semua motivasi dan di masukkan ke dalam persamaan tingkah laku (Behavior Equation) yang di pakai untuk meramalkan tingkah laku seseorang.persamaan itu memasukkan semua data tentang hubungan Traid,Erg dan Sentimen dengan situasi tertentu untuk menentukan respon seseorang.Misalnya pada kasus Monica,respon : mengikuti kelas bahasa Perancis,mempunyai 3 sentiment dan 5 Erg,yang masing-masing dalam situasi Monica sebagai mahasiswa Psikologi mempunyai nilai bobot yang berbeda.Traid yang relevan bobotnya besar dan Traid yang tidak relevan bobot nya 0,Traid yang menghambat respon bobot nya negative.dengan membandingkan nilai orang yang satu dengan yang lain dapat diperoleh siapa yang memiliki peluang sukses tertinggi pada masa yang akan datang dan angka-angka itu dapat di pakai untuk melakukan analisis individual,misalnya : melihat kelebihan dan kekurangan seseorang untuk merekonstruksi Traid menjadi Positivatau mengarahkan tingkah laku agar Traid yang positive dapat di manfaatkan sebesar-besarnya.

 

D.    PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

  • Ø TAHAPAN PERKEMBANGAN

 

  • Tahap Bayi (Infancy, 0-6 tahun)

Periode pembentukan yng terpenting dalam perkembangan kepribadian. Pada tahapan ini individu sangat di pengaruhi oleh orang tua dan saudara-saudaranya, dan secara alami dipengaruhi oleh pengalaman perolehan makan dan caranya membuang kotoran. Pengaruh-pengaruh tersebut membentuk sikap sosial, kekuatan euperego, perasaan aman dan tidak aman, sikap terhadap otoritas, dan kemungkinan kecenderungan neoritik.

 

  • Tahap Anak  (cbildbood, 6-14 tahun)

Ada awal kecenderungan menuju kemandirian dari orang tua dan meningkatnya

identifikasi dengan sebayanya, tetapi problemnya tidak besar, kalau dibandingkan dengan          periode sebelum dan sesudah nya.

 

  • Tahap Adolesen (Adolescence, 14-23 tahun)

Ini adalah periode yang paling menyulitkan dan menekan. Kejadian kelainan mental, neurosis, dan delinkunsi banyak muncul dalam periode ini.

 

  • Tahap Kemasakan (Maturity, 23-50 tahn)

Pada umum nya orang pada usia itu menyiapkan karir, perkawinan, dan keluarga. Kepribadian cenderung menjadi tidak mudah berubah, lebih mantap, kalau dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.

 

  • Tahap Usia Pertengahan (Middel age 50-60/70 tahun)

Ada perubahan penyesuaian dalam kepribadian sebagai respon terhadap perubahan fisik,social, dan psikologikal. Kesehatan dan kekuatan semakin redup pada tahapan ini, begitu pula dengan daya tarik pribadi.

 

  • Tahap Tua (Senility, 60/70-mati)

Tahap final, malibatkan penyesuaian sejumlah kehilangan-kematian keluarga dan sahabat, pensiun, kehilangan status di masyarakat-mengikuti perasaan kesendirian dan tidak aman.

 

  • Ø KETURUNAN DAN LINGKUNGAN

 

Cattell yang paling besar perhatian nya terhadap pengaruh relatif dari lingkunaan dan keturunan dikenal dengan nama analisis varian abstrak jamak.Dari penelitiannya, Catell menunjuan pentinnya peran keturunan pada beberapa tratis misalnya datanya mengungkapkan pengaruh keturunan terhadap kecerdasan kurang lebih 80%,dan kepuasan emosional kurang lebih 30%. Karena pengaruh keturunan terhadap trait kecerdasan sangat tinggi, membuat Cattell kuat berpihak terhadap teori kelahiran selektif yang akan menciptakan masyarakat cerdas.

 

Salah satu hasil penelitian yang peling menarik, ternyata banyak kolerasi negatif antara faktor keturunan dan linkungan. Dalam hal trait, ada kecenderunagan lingkungan tidak menghargai bahkan memaksa faktor keturunan untukn berubah/menyesusaikan diri. Hukum peaksaan ke Arah Rerata Sosial (Law of Coercion to Biosocial Mean). Ada banyak perantara social yang dapat berperan sebagai sumber pembentuk kepribadian, yang paling penting ialah keluarga.

 

 

 

Pranata- pranata itu dipengaruhi 3 cara:

  1. pembentukan karakter yang disegaja
  2. faktor situasi atau ekologi
  3. pola tingkah laku yang terbentuk dari cara pertama dan kedua

 

 

  • Ø KECEMASAN

 

Cattell menekankan pentingnya kecemasan sebagai aspek kepribadian karena bahaya dampaknya tehadap fungsi fisik dan menral. Menurutnya, kecemasan itu bisa merupakan suatu keadaan sekaligus sifat dari kepribadian. Disisilain, ada orang yang terus menerus kronis cemas,yang berati cemas itu menjadi bagian atau faktor dari kepribadianya. Darisisilain faktor kecemasan ini, cattell mengidentifikasi kecemasan ternyata dipakai untuk menggambarkan sekurang-kurangnya lima macam/jenis perasaan lainnya.

 

  • Ø BELAJAR

Menurut Cattell ada tiga jenis belajar untuk tujuan pengebangan kepribadian:

  1. Kondisioning Klasik

Secara khusus digunakan untuk mengaitkan respon emosional dengan isyarat lingkungan.

  1. Kondisioning Instrumen

Belajar membentuk subsidiasi untuk memuaskan tujuan sadar erg. Kondisioning instrumen yang khas pada belajar kepribadian adalah belaar konfluen ,yakni belajar memperoleh kepuasan beberapa tujuan dengan melalui satu kegiatan kegiatan tingkahlaku.

  1. belajar terintegrasi

belajar memaksimalkan kepuasan total jangka panjang dengan memilih erg tertentu untuk diakspresikan seraya manahan atau mansublinasi erg yang lain

 

E.    APLIKASI

 

Ada beberapa instrumen asesmen kepribadian yang dikemukkan oleh Cattell,dan berkolaborasi dengan pakar-pakar lainnya.Hal ini dilatarbelakangi oleh konsep trait yang dipilah-pilah sehingga menberi kemudahaan untuk dikembangkan menjadi hipotesis operasional.

Berikut adalah instrumen yang masyhur:

1.16PF(Personality questinnaire):untuk mengungkapkan trait normal orang dewasa.

2.PSPQ(Pre-school personality questinnaire):untuk anak usia 4-6 tahun

3.ESPS(Erly-school personality questinnaire)untuk anak usia 6-8 tahun

4.CPQ(Child personality quetinnaire)untuk anak usia 8-12 tahun

5.HSPQ(High-school personality questionnaire)untuk remaja usia 12-18 tahun

6.CAQ(Clinical analysis questionnaire):mengungkap trait patologis.

7.MRQ(Marriage role questinnaire) :mengungkap kepuasaan seks,kebersaman,peran,dll

 

  • Ø TEORI ABNORMALITAS

 

Cattell setuju tentang neorosis dan psikosis itu terjadi akibat adanya konflik yang tak terpecahkan dalam individu.kemudian mengembangkan teknik kuantitatif untuk membantu terapis mendiagnosis dan melakukan tritmen.

Cattell menyarankan kepada klinisian untuk mengukur besaran variabel-variabel,karena setiap konflik selalu ada ada atitude,erg dan sentimen.

 

  • Ø NEUROSIS

 

Neurosis adalah Pola sesuatu yang ditunjukan oleh seseorang yang merasa diriya mengalami kesulitan emosional tetapi tidak menunjukan gangguan psikotik.

Cattell menemukan neurtik banyak berkembang yang berkembang pad keluarga yang penuh konflik.

Faktor-faktor penyumbang Neorotik

1.Kekuatan ego      :keterangan rendah.

2.Stabilitas emosi   :keteranagn rendah.

3.Autia                   :tinggi,cenderung menolak kebutuhan sosial kemudian mengubah ide sesuai fakta

4.Premsia               :tinggi,sanat peka emosinya dengan orang lain,tingkah laku berubah-ubah.

5.Surgensi              :rendah

6.Dominan             :rendah

7.Kecemasaan       :sangat tinggi,berhubungan dengan ketidak puasaan erg seks,dan agresi.

 

 

 

 

  • Ø PSIKOSIS

Psikosis adalah bentuk gangguan mental yang berbeda dengan neorosis,dimana individu kehilangan kontak dengan relita dan membutuhkan perawatan untuk melindungi dirinya sendiri dengan orang lain.

Jadi perbedaan dengan neorotik adalah;psikotik tidak memiliki pemahaman terhadap masalahnya sendiri,tidak dapat merawat diri sendiri,dan mungkin membahayakan orang lain.

Menurut Cattell psikosis manis-depresif dan skizoprenia faktor keturunannya sangat besar.

 

  • Ø PSIKOTERAPI

Cattell menyarankan pemakaian assmen sebagai sentral dari terapi.Asesmen dapat dipakai untuk melakukan diagnosis,kemudian  menentukan tritmen berdasarkan kelemahan apa yang harus diperbaiki.Data keras dari aseman dapat mengurangi bhkan menghilangkan subyektif terapi,menjamin bahwa kelakuan dari klien sudah dilakukan dengan sebaik-baiknya.Asesmen sebelum dan sesudah tritmn psikoterapi dapat dipakai untuk menilai keefektivan dan kemanjuran prosedur terapi.

Cattell tidak mengembangkan prosedur terapi secara khusus.Dia berpandangan eklektik,menerima berbagai pemahaman mendalam dari Freud maupun pengubahan tingkah laku dari behaviorism.Namun keduanya,terapi harus didasarkan dan dilakuan dengan terus menerus memanfaatkan asesmen.

 

F.     EVALUASI

Metodologi,pengukuran,dan statistik merupakan kekuatan teori Cattell.Berbagai pendekataan penelitian yang unik diperkenalkan.Test untuk kelompok usia yang berbeda dikenakan kepada kelompok yang usia sama.Kalau hasilnya secara signifikan menunjukkan persamaan,itu adalah  bukti bahwa test tersebut sama-sama menukur agresi.Pengruh faktor genetik dan lingkungan diteliti dengan teknik MAVA(multi abstract variance analysis).

Kelemahan dari pendekatan ini justru pada permulaan dan pada akhir kegiatan,yakni hal dalam disain dan pemberian label faktor.

Hasil dari analisa faktor adalah Gabungan dari berbagai faktor yang maknanya berdekatan.Faktor baru itu harus diberi nama dan dibatasi apa saja muatan dari faktor itu.Pada analisis final ini Cattell ternyata memakai pendekatan yang subyektif.

 

KESIMPULAN

Teori Cattell tentang Kepribadian

Dalam diri Raymond Cattell kita menemukan sosok seorang peneliti yang minat besarnya pada metode-metode kualitatif tidak mempersempit spektrum perhatiannya terhadap data dan masalah-masalah psikologis. Ia menaruh perhatian pada penemuan peneliti yang menggunakan metode-metode penelitian lainya, meskipun intisari pandangan didasarkan pada hasil-hasil analisis faktor karena dari sinilah ia mendapatkan variabel-variabel yang di anggap sangat penting untuk menerangkan tingkah laku manusia. Kemampuan menerjemahkan ide-ide psikoligis kedalam rumusan-rumusan matematis yang jelas, akan tetapi dari sekalian teoritikus yang dibicarakan dalam buku ini, mungkin Cattell paling menyerupai Henry Murray. Kedua teoritikus itu sangat menekankan konstruk-konstruk motivasi : Murray menyebut “needs” atau kebutuhan-kebutuhan, sedangkan Cattell menyebut “dynamic traits” atau sifat-sifat dinamik; keduanya banyak menggunakan perumusan psikoanalitis.

Raymond Bernard Cattell lahir di Staffordshire, inggris pada tahun 1905 dan menyelesaikan pendidikan di inggris. Ia mendapatkan gelar B.Sc dari Universitas London pada tahun 1924 dalam bidang kimia, dan P.Hd dalam bidang psikologi dibawah bimbingan Spearmandi institut yang sama pada tahun 1929.

Sama semua teoritikus lain yang menekankan metode analisis faktor, Cattell sangat berhutang budi pada karya rintisan Spearman dan pengembangan-pengembangan luas yang dilakukan oleh Thurstone, dalam menelusuri dimensi-dimensi yang mendasari tingkah laku dan penekanannya pada self- regarding sentimen ( dorongan untuk mempertahankan harga diri ). Dalam jangka 40 tahun, Cattell telah menerbitkan buku-buku dan artikel-artikel dala jumlah yang menakjubkan, meliputi tidak hanya dalam bidang penelitian kepribadian dan pengukuran jiwa ( mental measurement) tetapi juga dalam topik-topik dalam bidang-bidang dari psikologi eksperimental, psikologi sosial dan ilmu genetika manusia. Pandangan sekilas tentang perkembangan berbagai minat Cattell dalam bidang psikologi dapat diperoleh dari 62 makalah yang dikumpulkan dalam personality and social psychology( 1964 ). Cattell adalah juga pencipta banyak tes psikologi, termasuk The culture free test of intelegence ( 1944 ), The O-A pesonality test batter (1954), dan The 16 pesonality factor questionnaire ( bersama D.R Saunders dan G.F. Stice,1950 )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

About solomoncell

Nama : Fajar Miftahur Rohman Tempat dan Tanggal Lahir : Ngawi, 29 Mei 1990 Riwayat Sekolah: TK: Nawa Kartika NGAWI MI: MI AL-FALAH SMP: AL-IRSYAD SMA: AL-IRSYAD PERGURUAN TINGGI: UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN Alamat Email: Miftah_fajar@yahoo.com Facebook: Fajar Miftahur Rohman Twitter: @solomoncell

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s