Category Archives: Catatan

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

Standar

BAB  IV

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Tujuan Umum:

Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang Validitas dan Reliabilitas.

Tujuan Khusus:

  1. Agar mahasiswa dapat arti dan jenis dari validitas.
  2. Agar mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan validitas.
  3. Agar mahasiswa dapat menghitung validitas instrumen.
  4. Agar mahasiswa dapat arti dan jenis dari reliabilitas.
  5. Agar mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan reliabilitas.
  6. Agar mahasiswa dapat menghitung reliabilitas instrumen.

BAB  III

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

 

  1. A.      Validitas

Validitas berkenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur, sehingga betul‑betul mengukur apa yang seharusnya di­ukur. Sebagai contoh,  ingin mengukur kemampuan siswa da­lam matematika. Kemudian diberikan soal dengan kalimat yang pan­jang dan yang berbelit‑belit sehingga sukar ditangkap maknanya. Akhimya siswa tidak dapat menjawab, akibat tidak memahami per­tanyaannya. Contoh lain, peneliti ingin mengukur kemampuan berbi­cara, tapi ditanya mengenai tata bahasa atau kesusastraan seperti puisi atau sajak. Pengukur tersebut tidak tepat (valid). Validitas tidak berlaku universal sebab bergantung pada situasi dan tujuan pe­nelitian. Instrumen yang telah valid untuk suatu tujuan tertentu belum otomatis akan valid untuk tujuan yang lain.

Contoh variabel prestasi belajar dan motivasi bisa diukur oleh tes ataupun oleh kuesioner. Caranya juga bisa berbeda, tes bisa dilak­sanakan secara tertulis atau bisa secara lisan. Ada tiga jenis validitas yang sering digunakan dalam penyusunan instrumen, yakni validitas isi, validitas bangun pengertian dan validitas ramalan.

Read the rest of this entry

Iklan

Keefektifan layanan Bimbingan Kelompok

Standar

KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

B. Bimbingan Kelompok

1. Pengertian Bimbingan kelompok

Kegiatan bimbingan kelompok akan terlihat hidup jika di

dalamnya terdapat dinamika kelompok. Dinamika kelompok merupakan

media efektif bagi anggota kelompok dalam mengembangkan aspek-aspek

positif ketika mengadakan komunikasi antarpribadi dengan orang lain.

Read the rest of this entry

kesehatan Mental

Standar

KESEHATAN MENTAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tujuan :

n  Paham tentang sejarah dan konsep dasar tentang ilmu kesehatan mental

n  Paham tentang konsep teoritik tentang kesehatan mental dari berbagai pendekatan

n  Paham tentang konsep abnormalitas dari berbagai perspektif

n  Paham dinamika kepribadian dalam pembentukan perilaku coping.

n  Paham tentang ruang lingkup bahasan dan intervensinya.

n  Kriteria yg dipakai sbg pedoman kesehatan mental

 

Silabus:

 

n  Pengertian, konsep dan ruang lingkup KM

n  Sejarah perkembangan

n  Pandangan teoretis KM

n  Hal-hal yang mempengaruhi kesehatan mental

n  Ciri-ciri individu yang sehat mental

n  Macam-macam gangguan kesehatan mental.

n  Penyesuaian pribadi dan problem solving

n  Islam dan kesehatan mental

n  Beberapa model penanganan kesmen.

 

 
Referensi:

n  Calhoun, J.F & Acocella, J.R. (1990), Psychology of Adjustmen and Human Relationship (3rd ed), Mc-Graw-Hill Publishing Co, NY.

n  Herrman, H., et al. (2005) , Promoting Mental Health: Concepts, Emerging Evidence,  Practice,   A Report of the WHO, Geneve

n  Kartono, Kartini (2000), Hygiene Mental, Penerbit Mandar Maju, Bandung

n  Korchin, S, (1976), Modern Clinical Psychology: Principles of Intervention in The Clinic and Community, Basic Books, Inc.,  New York

n  Lazarus, R.S. (1976),  Patterns of Adjustment (3rd ed), Mc-Graw-Hill Kogakusha, LTD, Tokyo.

n  Schultz, D. (1991), Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat, Penerbit Kanisius.

n  Semiun, Y., (2006), Kesehatan Mental jilid 1& 2, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

n  Bastaman, H.D. (2003), Buku Kenangan Kongres 1 Asosiasi Psikologi Islami. UMS, Surakarta

Kontrak belajar

n  Kuliah dimulai pukul..

n  Toleransi keterlambatan 15 menit?

n  HP off/silent

n  Komunikadsi non-violence

Penilaian:

10 % Presensi & aktivitas à home assignment

30 % ujian mid semester

35 % ujian akhir semester

25 % tugas /kuis

Bentuk tugas :

1. Tugas kelompok dipresentasikan di kelas :

a. Kelompok terdiri dari 7 orang.

b. Tiap kelompok menentukan objek  perilaku yg akan          diamati/topik   Topik à konsep teoritikà aspek à gejala          perilaku amatan (indikator)

Guide interview & observasi disusun berdasarkan indikator tsb.

c. Tiap anggota kelompok menentukan setting/ siapa yang    akan diamati/diwawancara

d. Tiap kelompok membuat ringkasan hasil situsi lapangan para anggotanya dan mempresentasikan di kelas.

2. Tugas individual: hasil studi lapangan disusun dalam bentuk laporan yg harus dikempulkan bersamaan dengan ujian akhir semester.

Syarat tugas : semua konsep, aspek & indikator perilaku yang diamati ditentukan berdasarkan buku acuan (bebas: misalnya DSM IV, PPDGJ, buku teks lain), dan didukung oleh satu jurnal dengan topik yang sama.

Pertemuan 1 : Pengantar, kontrak belajar Pengertian, konsep dan ruang lingkup KM

Tujuan

Mahasiswa paham tentang

Sejarah Gerakan Kesehatan Mental

Batasan Ilmu Kesehatan Mental

Ruang lingkup Kesehatan Mental

 

 

 

 

 

 

 

Sejarah: Pandangan tentang ‘mental illness (ikhtisar)

  1. Gangguan setan. Pada awalnya gangguan mental dianggap berasal dari kerasukan setan à pendekatan supra-natural
  2. Medical model/somatogenesis : dianggap sebagai gangguan fisik yang berasal dari faktor biologis atau medis. Pandangan ini masih banyak diyakini hingga sekarang dan dalam kasus tertentu memang valid. à mengawali perlakuan yang lebih manusiawi untuk penyandang gangguan mental.
  3. Psychogenesis: gangguan mental disebabkan faktor psikologis.

a. Perspektif Psikodinamik – cara pandang menurut aliran Freudian bahwa gangguan mental berpangkal dari dorongan atau impuls-impuls yang tidak disadari. Gejala tdk ditunjukkan secara detail dalam bentuk gangguan yg spesifik, namun dipandang sbg refleksi konflik yang melatarbelakanginya atau reaksi mal-adaptif thd masalah dlm hidup, atau berdasarkan perbedaan antara  neurosis and psychosis (secdra garis besar , anxiety/depression merupakan gangguan yg masih berkaitan dengan realitas, sedangkan  halusinasi/delusi tidak berhubungan dengan realitas).

b. Behavioral Perspective – perilku abnormal merupakan hasil belajar sebagaimana perilaku normal. Individu merupakan produk dari lingkungan. Melalui modeling dan berbagai faktor sosial budaya maka individu belajar untuk berperilaku dengan cara yang tidak adaptif

c. Mental hygiene and child guidance movement  dan interdisiplinary approach à Meyer , Healy and Fernald à mengembangkan peran Pekerja sosial psikiatrik à mendorong pemeliharan kesmen bersama-sama utk penyembuhan penyakit mental.

Misal: Depresi à konflik psikologis (Freud), diintegrasikan dengan pendekatan edukasi, medis dan religius, dsb.  à biopsikososial

Model holistik: konsep kesehatan mental dibangun berdasarkan integrasi dari berbagai aspek pengetahuan : antropologi, sosiologi, pendidikan, psikologi, agama, kedokteran,

 

 

 

 

 

 

Pengertian

n  Berasal dari istilah àMental hygiene Ilmu kesehatan mental : ilmu yg memperhatikan  perawatan mental/jiwa à objek kajian à kondisi mental manusia dengan memandang manusia sbg totalitas psikofisik yg kompleks.

n  Schneiders: ilmu kesehatan mental adalahà ilmu yg mengembangkan & menerapkan seperangkat prinsip yg praktis dan bertujuan utk mencapai & memelihara kesejahteraan psikologis organisme manusia dan mencegah gangguan mental serta ketidakmampuan penyesuaian diri.

n  Klein: ilmu yg bertujuan untuk mencegah penyakit mental dan meningkatkan kesehatan mental.

n  Thorpe: suatu tahap psikologi yg bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesehatan mental.

n  Ilmu Kesehatan mental à lebih bersifat preventif & memiliki tujuan utk mencegah ketidakmampuan penyesuaian diri serta peningkatan kesehatan mental.

n  Objek kajian utama : kondisi mental manusia

 

 

 

 

Konsep Sehat

n  WHO mendefinisikan sehat sebagai sebuah kondisi yang lengkap yaitu sejahtera (well-being) dari segi fisik, mental dan sosial dan tidak hanya terbebas dari gejala atau penyakit.

n  Dadang Hawari à 1984 à WHO menambahkan aspek spititual sbg kriteria sehat, shg Sehat berarti meliputi kondisi sejahtera pada (1) aspek Fisik/ jasmani/biologis (2) aspek kejiwaan/psikologis/ (3) aspek sosial (4) aspek spiritual (rohani/agama).

n  Batasan tsb à meningkatkan keterikatan antara konsep ‘sehat’ dengan ‘kesehatan mental’

 

 

Kesehatan mental (Batasan)1

… a state of well-being in which the individual realizes his or her own abilities, can cope  with the normal stresses of life, can work productively and fruitfully, and is able to make a contribution to his or her community (WHO, 2001d, p.1)

WHO: kesehatan mental suatu kondisi ‘sejahtera’ dimana individu dapat merealisasikan kecakapannya, dapat melakukan coping thd tekanan hidup yg normal, bekerja dengan produktif dan memiliki kontribusi dalam kehidupan di komunitasnya.

 

Jahoda (Ihrom, 2008), batasan lebih luas àKesehatan mental mencakup :

(a) sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri, kemampuan mengenali diri dengan baik.

(b) pertumbuhan dan perkembangan serta perwujudan diri   yang baik.

(c) keseimbangan mental, kesatuan pandangan dan   ketahanan terhadap segala tekanan.

(d) otonomi diri yang mencakup unsur-unsur pengatur kelakuan dari dalam atau kelakuan-kelakuan bebas.

(e) persepsi mengenai realitas, terbebas dari penyimpangan   kebutuhan serta memiliki empati dan kepekaan sosial

(f) kemampuan menguasai dan berintegrasi dengan   lingkungan.

 

Assagioli, (Ihrom, 2008) mendifinisikan, kesehatan mental adalah terwujudnya integritas kepribadian, keselarasan dengan jati diri, pertumbuhan ke arah realisasi diri, dan ke arah hubungan yang sehat dengan orang lain.

Shg Kesehatan mental merupakan kondisi:

  • Tingkat ‘kesejahteraan mental’ à dimana individu dpt berfungsi secara adekuat à dpt menikmati hidupnya secara seimbang  dan mampu menyesuaikan diri  thd tantangan hidup dan mampu berkontribusi pada kehidupan sosial à budaya & agama memiliki peran dalam memberi batasan sehat/dtk sehat.
  • Dalam pengertian yg lebih ‘positif ‘ tsb à kesehatan mental merupakan fondasi dari tercapainya kesejahteraan (well-being) individu dan fungsi yg efektif dalam komunitasnya.

 

Perilaku sehat –  Kesehatan mental

n  Peran perilaku sehat à thd status kesehatan secara umum. Gejala yg tdk terlihat jelas spt : gangguan pembuluh darah (cardiovascular) dan kanker à berkaitan dng konsumsi alkohol, rokok, diet yg buruk, gaya hidup kurang aktif.

n  Perilaku sehat juga menentukan meluasnya gejala yg dapat dikenali seprti AIDS, melalui seks tak aman dan pemakaian jarum suntik bergantian.

n  Perilaku sehat individu sangat tergantung pada kesehatan mental  misal: gangguan mental atau kondisi stres akan mempengaruhi prilaku sehatnya (WHO, 2005).

n  Depresi dan rendahnya Self Esteem di kalangan pemuda berkaitan dng perilaku merokok, gangguan makan, mabuk-mabukan dan perilaku seks tdk aman à menempatkan pemuda pd resiko tinggi terkena berbagai penyakit à misal STD/IMS. (Patton et al.,; Ranrakha et al.,dalam WHO, 2005)

n  Sementara depresi juga berkaitan dengan isolasi soaial, alkohol, penyalahgunaan obat bius dan merokok

Kriteria Kesehatan Mental

Menurut Schneiders (dalam Semiun, 2006):

Efisiensi mental à orang yang mengalami berbagai bentuk gangguan mental tdk dapat menunjukkan efisiensi dalam hidupnya.

Pengendalian dan integrasi antara pikiran & perilaku. Tidak adanya faktor tsb à obsesi, fobia, integritas pribadi yg kurang à psikopat, mental patologis lain.

Integrasi motif-motif serta pengendalian konflik & frustrasi. Integrasi yg efektif à mengatasi konflik berat akibat motif-motif yg saling berlawanan.

Perasaan & emosi yg positif & sehat

Ketenangan & kedamaian pikiran à keharmonisan emosi, perasaan positif, pengendalian perilaku & pikiran, integrasi motif-motif à ketenangan pikiran.

Sikap yang sehat à jauh dr pesimisme, sinisme, putus asa,

Konsep diri (self concept) yang sehat à konsep diri positif à hubungan yg realistis dengan kenyataan.  Sebaliknya Rasa tdk percaya diri, tdk aman, tdk berharga à mengganggu hubungan natara  diri dng kenyataan à konsep diri yg negatif.

Identitas ego yang adekuat. Apabila identitas ego tumbuh menjadi stabil & otonom à individu mampu berperilaku konsisten dlm lingkungannya.

Hubungan yang adekuat dengan kenyataan:

(a) orientasi : sikap seseorang thd kenyataan àmasa lalu?

(b) kontak : cara bagaimna dan sejauhmana orang     menerima/menolak/ melarikan diri dari kenyataan à             bertumpu pd khayalan?

Bagaimana mengenalinya?

n  Kesehatan mental merupakan kondisi yang bersifat kontinum, dimana setiap kondisi kesehatan mental individu memiliki berbagai nilai yang berbeda-beda à sulit untuk dikenali kecuali menunjukkan ‘gejala’ yang menonjol.

 

PANDANGAN TENTANG MANUSIA

n  Pandangan Kebebasan Vs Ketidakbebasan

n  Rasionalitas Vs Irrasionalitas

Hollisme Vs Elemantalisme

Konstitusionalisme Vs Environmentalisme

n  Berubah Vs Tak berubah

n  Subyektif Vs Obyektif

 

GANGGUAN MENTAL

n  KECEMASAN

n  STRESS

n  KESEPIAN

n  KEBOSANAN

n  FRUSTRASI

n  DEPRESSI

n  PERILAKU MENYIMPANG

 

KESEIMBANGAN MENTAL

Tiga kehidupan besar dalam kehidupan modern:

¨  Meningkatnya Pengetahuan Semakin tingginya pengharapan

¨  Bertambahnya Kebebasan.

Beberapa factor yang mempengaruhi kesehatan dan perilaku sehat: Human Biology, Organization of medical care, Lifestyles, Environment

 

DASAR PENGEMBANGAN KESEHATAN MENTAL

SITUASI

NILAI

ASPEK PSIKOLOGIS

MOTIVASI

KONFLIK

KECEMASAN

PEMBELAAN DIRI

TEORI TENTANG KESEHATAN MENTAL

n  FREUD

n  CG.JUNG

n  ADHLER

n  BEHAVIORISTIK

n  HUMANISTIK

KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT BEBERAPA TEORI

  • ALLPORT
  • CARL ROGERS
  • ERIC FROMM
  • MASLOW

Pengertian Statistik

Standar

Pengertian STATISTIK

Secara etimologis kata “statistik” berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi negara. Pada mulanya, kata “statistik” diartika sebagai “kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif)” saja; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.

Read the rest of this entry

Landasan Pendidikan Anak Usia dini

Standar
  1. Peranan Psikologi Pendidikan Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Kajian psikologi pendidikan telah melahirkan berbagai teori yang mendasari sistem pembelajaran. Kita mengenal adanya sejumlah teori dalam pembelajaran, seperti : teori classical conditioning, connectionism, operant conditioning, gestalt, teori daya, teori kognitiff dan teori-teori pembelajaran lainnya. Terlepas dari kontroversi yang menyertai kelemahan dari masing masing teori tersebut, pada kenyataannya teori-teori tersebut telah memberikan sumbangan yang signifikan dalam proses pembelajaran. Di samping itu, kajian psikologi pendidikan telah melahirkan pula sejumlah prinsip-prinsip yang melandasi kegiatan pembelajaran Nasution (Daeng Sudirwo,2002) mengetengahkan tiga belas prinsip dalam belajar, yakni :

Read the rest of this entry

Pembelajaran

Standar

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bahasa merupakan wahana yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Menurut pasal 36 UUD 1945, bahasa Indonesia merupakan bahasa Negara. Dengan demikian, bahasa pengantar dalam bidang pendidikan menggunakan bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi melibatkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan itu berupa kejelasan bahasa sebagai alat untuk menyampaikan pesan, kemampuan komunikator di dalam menyampaikan pesan, dan kesanggupan komunikan di dalam menangkap dan memahami pesan seperti yang dikehendaki komunikator (Purnanto, 1996: 1).
Dalam bidang pendidikan, komunikasi yang efektif sangat menentukan keberhasilan untuk memperoleh pemahaman secara tuntas dan komprehensif. Guru bahasa Indonesia sebagai pembawa informasi sangat strategis untuk menjelaskan berbagai permasalahan yang timbul di masyakarat, Negara, maupun dunia internasional.

Read the rest of this entry